banner 728x250
News  

MUI Ciamis Desak Penambahan Jam Pelajaran Agama untuk Bentengi Generasi

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/ – Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, K.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, M.A. atau akrab disapa Ang Icep, menilai maraknya kasus kekerasan seksual di Ciamis berakar pada lemahnya pendidikan agama sejak dini.

Hal tersebut ia sampaikan dalam forum silaturahmi Bupati Ciamis bersama tokoh agama dan masyarakat dalam rangka Tasyakuran HUT RI ke-80 sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Gedung Islamic Center, Rabu (20/8/2025).

banner 325x300

“Kita tidak boleh menganggap ini persoalan kecil. Kekerasan seksual dan pelecehan anak adalah masalah krusial. Akar masalahnya karena pemahaman agama kurang kuat sejak dini,” tegas Ang Icep.

Jam Pelajaran Agama Dinilai Minim

Menurutnya, pengurangan jam pelajaran agama di sekolah juga menyulitkan penanaman nilai religius kepada generasi muda.

Pasalnya, pendidikan agama juga merupakan benteng utama dalam menghadapi degradasi moral.

“Kalau dulu pelajaran agama empat jam, sekarang hanya dua jam. Itu sangat kurang untuk membentengi anak-anak kita dari pergaulan bebas dan ancaman moral,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan, pendidikan agama tidak bisa dibebankan hanya pada guru atau pesantren, melainkan harus melibatkan semua pihak, termasuk keluarga dan masyarakat.

Ancaman LGBT Lebih Mengkhawatirkan

Lebih lanjut, selain soal jam pelajaran, Ang Icep juga mengingatkan ancaman LGBT yang semakin marak.

Menurutnya, dampak LGBT justru lebih berbahaya karena tidak tampak secara kasatmata.

“Kalau lawan jenis kan kelihatan, kalau sesama jenis berbeda, tidak terlihat jelas. Itu yang berbahaya. Allah sudah memperingatkan dalam Al-Quran, Naudzubillah min dzalik,” ungkapnya.

Pendidikan Agama Ciamis dan Sinergi Semua Pihak Diperlukan

Kemudian, Sekum MUI Ciamis juga mengajak seluruh komponen, mulai dari guru, pejabat.

Lalu, orang tua, hingga tokoh agama untuk bergerak bersama menanamkan nilai-nilai religius sejak dini.

“Kita tidak bisa menyalahkan satu pihak. Ini tanggung jawab bersama. Kalau dibiarkan, lima atau sepuluh tahun ke depan generasi kita bisa hancur,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *