banner 728x250
News  

Pemuda dan Masa Depan Pertanian Berkelanjutan: Seminar Nasional di Universitas Galuh

Universitas Galuh menjadi tuan rumah Seminar Nasional & Training Advokasi dan Jurnalistik Wilayah II (TRAVOWIL) pada Senin (20/01/2025). Budi Waluya, Pj Bupati Ciamis, membuka acara ini yang mengundang ratusan peserta dari berbagai daerah.
Universitas Galuh menjadi tuan rumah Seminar Nasional & Training Advokasi dan Jurnalistik Wilayah II (TRAVOWIL) pada Senin (20/01/2025). Budi Waluya, Pj Bupati Ciamis, membuka acara ini yang mengundang ratusan peserta dari berbagai daerah.
banner 120x600
banner 468x60

kondusif.inewsciamis.com/, Ciamis –Universitas Galuh menjadi tuan rumah Seminar Nasional & Training Advokasi dan Jurnalistik Wilayah II (TRAVOWIL) pada Senin (20/01/2025). Budi Waluya, Pj Bupati Ciamis, membuka acara ini yang mengundang ratusan peserta dari berbagai daerah.

Seminar tersebut mengangkat tema “Strengthening the Role of Agricultural Youth for a Sustainable Future”.

banner 325x300

Selain itu, panitia juga  menyusun kegiatan ini untuk mendorong pemuda agar lebih memahami dan berperan dalam mengembangkan pemuda dan pertanian berkelanjutan di Ciamis

Tantangan Regenerasi Petani Pemuda dan Pertanian Berkelanjutan di Ciamis

Budi Waluya menjelaskan bahwa regenerasi petani menjadi masalah serius di sektor pertanian Indonesia.

Menurutnya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik mencatat penurunan jumlah pemuda yang bekerja di bidang ini. Kabupaten Ciamis, sebagai daerah agraris, juga mengalami masalah yang sama.

“Pemuda memegang kunci keberlanjutan sektor pertanian. Kita perlu memastikan mereka mau dan mampu berkontribusi,” ujar Budi.

Kemudian, Budi menyebut ada beberapa inovasi yang telah diterapkan, termasuk pengenalan bertani sejak dini kepada anak-anak di Kecamatan Rancah.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis juga sudah membentuk Paguyuban Petani Milenial untuk memperkuat jejaring petani muda.

Melalui wadah tersebut, Budi menegaskan bahwa para petani muda dapat berbagi pengalaman, mengakses informasi, dan meningkatkan daya saing produk pertanian di pasar global.

“Kita harus memanfaatkan teknologi dan menciptakan inovasi agar hasil pertanian kita berkualitas tinggi,” tegasnya.

Inovasi dan Wadah Pemuda dan Pertanian Berkelanjutan di Ciamis

Sebagai solusi, Kabupaten Ciamis telah menginisiasi berbagai program, termasuk pembentukan Paguyuban Petani Milenial.

Wadah ini dirancang untuk memperkuat jejaring petani muda di sektor pertanian, mulai dari tanaman pangan hingga peternakan.

Selain itu, edukasi bertani sejak dini telah diterapkan di beberapa wilayah, seperti di Kecamatan Rancah.

“Kita harus mendorong pemuda untuk berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan meningkatkan daya saing produk pertanian di pasar global,” jelas Budi.

Pandangan Akademisi: Tantangan Global

Wakil Rektor I Universitas Galuh, Agus Yuniawan Isyanto, memberikan pandangannya terkait isu ini. Ia menyoroti bahwa masalah regenerasi petani tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara maju seperti Eropa dan Amerika.

“Jumlah petani muda terus menurun, sedangkan petani berusia tua semakin banyak. Kondisi ini mengancam keberlanjutan sektor pertanian,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan bahwa tanpa keterlibatan generasi muda, sektor pertanian akan sulit berkembang secara maksimal.

Mendorong Aksi Nyata

Seminar ini diharapkan menjadi momentum bagi pemuda untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.

Budi Waluya menutup sambutannya dengan ajakan: “Mari kita wujudkan masa depan pertanian yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi dan melibatkan lebih banyak pemuda dalam sektor ini.” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *