Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/, Pimpinan Daerah Pemuda Persatuan Islam (Persis) Kabupaten Ciamis sukses menggelar talkshow inspiratif bertajuk “Transformasi Pendidikan: Pentingnya pendidikan yang bisa memberikan keterampilan hidup, berpikir kritis, guna menghadapi tantangan zaman”.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor PD Persis Ciamis, Minggu, (1/6/2025), diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan, seperti pelajar, mahasiswa, pendidik, serta aktivis organisasi kepemudaan.
Talkshow ini menjadi bagian dari upaya Pemuda Persis Ciamis untuk turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Khususnya dalam menghadapi era bonus demografi yang tengah berlangsung di Indonesia.
Para peserta mendapat wawasan mendalam dari narasumber-narasumber berkompeten.
Kemudin, kegiatan tidak membahas pendidikan, tetapi juga menanamkan keterampilan hidup dan kemampuan berpikir kritis.
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Persis Kabupaten Ciamis, Ust. Rudi Rudiansyah, S.Pd., menyampaikan bahwa transformasi pendidikan hanya bisa terwujud melalui sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Kita harus bersinergi. Pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat punya peran penting dalam menyiapkan generasi emas Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Ust. Anasah Qadarudin, S.Pd.I., selaku narasumber dan Bidgar Pendidikan PD Persis Kabupaten Ciamis, menekankan bahwa transformasi pendidikan harus tetap berpijak pada nilai-nilai ideologis yang menjadi identitas pendidikan.
Menurutnya, kebermanfaatan bagi masyarakat jauh lebih penting dibandingkan sekadar pencapaian akademik.
“Ini tidak berarti meninggalkan nilai-nilai karakter dan ideologi, tetapi justru memperkuatnya. Banyak lembaga pendidikan yang gagal karena kehilangan identitasnya,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam memastikan keberlanjutan pendidikan berbasis nilai.
“Pemuda harus mampu menyentuh hingga akar rumput untuk mempertahankan nilai-nilai Jam’iyyah,” imbuhnya.
Acara ditutup dengan komitmen bersama para peserta untuk menyebarkan gagasan-gagasan transformasi pendidikan.
Untuk kemudian ngimplementasikannya di lingkungan masing-masing.


















