banner 728x250
News  

Pemerintah Guyur Dana Siap Pakai untuk Percepat Penanganan Gempa Sulawesi-Maluku

Sumber foto: BPMI Setpres
Sumber foto: BPMI Setpres
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,kondusif.inewsciamis.com/,- Gempa Sulawesi Maluku, Pemerintah memacu mesin birokrasi dan tim penyelamat di lapangan menyusul guncangan hebat magnitudo 7,6 yang menghantam Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).

Tak ingin kehilangan momentum dalam hitungan jam pertama, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya meluncurkan operasi penyelamatan besar-besaran dengan fokus tunggal: evakuasi korban.

banner 325x300

​Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa birokrasi tidak boleh menjadi penghambat di tengah reruntuhan.

Dalam rapat koordinasi darurat yang digelar secara hybrid, Kamis, 2 April 2026, ia menekankan bahwa kecepatan adalah nyawa dari operasi ini.

​“Kecepatan menjadi kunci. Penyelamatan masyarakat adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” ujar Pratikno.

Sejalan dengan itu, ia memastikan keran anggaran melalui Dana Siap Pakai (DSP) di BNPB telah terbuka lebar agar bantuan logistik tidak terhenti di meja administrasi.

​Bukan Sekadar Tanggap Darurat

​Namun, Pratikno tidak hanya bicara soal hari ini. Di balik debu gempa yang belum sepenuhnya luruh, ia melempar visi jangka panjang.

Ia mendesak pemerintah daerah untuk menguliti kembali kapasitas kelembagaan mereka mulai dari kesiapan personel hingga ketangguhan infrastruktur.

​“Momentum pahit ini harus menjadi titik balik. Kita harus memperkuat ketangguhan masyarakat dan lembaga melalui edukasi yang masif di sekolah hingga institusi keagamaan,” tambahnya.

Dia juga memberi apresiasi kepada personel TNI, Polri, dan relawan yang sudah berjibaku di titik nol bencana.

​Komando dari Pusat ke Titik Nol

​Di sisi lain, Kepala BNPB Suharyanto mengungkapkan bahwa instruksi Presiden Prabowo jatuh sesaat setelah laporan pertama masuk ke meja istana.

Tanpa menunggu esok, tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BMKG, dan Basarnas langsung bertolak menuju lokasi terdampak pagi ini.

​“Bapak Presiden sudah memerintahkan kami untuk langsung berada di tengah masyarakat terdampak. Hari ini juga kami berangkat,” tegas Suharyanto.

​Setibanya di lokasi, Suharyanto meminta seluruh elemen di daerah mulai dari BPBD hingga kepolisian untuk segera menghidupkan posko tanggap darurat di setiap kabupaten dan kota.

Targetnya jelas: memastikan urusan perut dan air bersih pengungsi tidak bermasalah. Ia tak ingin ada warga yang luput dari bantuan hanya karena koordinasi yang compang-camping.

​Akurasi Data dan Verifikasi

​Selain urusan logistik, BNPB kini tengah memacu tim di lapangan untuk melakukan verifikasi kerusakan secara presisi.

Suharyanto meminta pemerintah daerah segera membentuk tim asessment untuk mendata rumah warga, rumah sakit, hingga fasilitas publik yang lumat diguncang gempa.

​“Kami butuh data yang sempurna, bukan sekadar angka kasar. Tim harus bergerak cepat melakukan verifikasi agar langkah pemulihan tepat sasaran,” pungkasnya.

​Rapat krusial ini turut dihadiri oleh para petinggi otoritas bencana, termasuk Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, serta Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling dan jajaran kepala daerah di wilayah terdampak yang kini tengah berpacu dengan waktu untuk memulihkan keadaan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *