banner 728x250
News  

Pelatihan Barista Disnaker Ciamis Jadi Incaran Anak Muda, Peminat Capai 350 Orang

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/ – Pelatihan kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ciamis kembali menarik perhatian masyarakat. Kali ini, pelatihan barista yang dilaksanakan di UPTD KLK Disnaker Bojonghuni, Maleber, dipenuhi peserta dari berbagai latar belakang dengan jumlah pendaftar mencapai 350 orang. Namun, hanya 50 peserta terpilih yang bisa mengikuti pelatihan tahun ini.

Salah satu peserta, Ikbal, mengaku termotivasi mengikuti pelatihan karena ingin menyiapkan masa depan di dunia kopi.

banner 325x300

“Saya ikut pelatihan ini karena ke depan berencana membuka usaha atau bisa juga bekerja sama dengan teman. Selain dapat pengetahuan, kami juga akan mendapat sertifikat, meskipun untuk mendapatkannya harus melalui uji kompetensi. Nanti dinilai dari rasa, takaran, dan lainnya,” jelasnya.

Ikbal juga mengapresiasi langkah Disnaker Ciamis yang menghadirkan program pelatihan barista di tengah tren kopi yang kini digemari anak muda.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat, apalagi bisa membuka lapangan kerja baru di tengah tingginya angka pengangguran,” tambahnya.

Ari Ardiansa, Barista Senior Jadi Instruktur

Instruktur pelatihan kali ini adalah Ari Ardiansa, seorang barista senior sekaligus owner Cafe Rumah Buni di Jalan Bojonghuni No. 30, Ciamis.

Ari yang sudah bergelut di industri kopi sejak 2009 ini dipercaya Disnaker sebagai instruktur sejak 2015.

“Awalnya pelatihan dilakukan di desa-desa karena banyak potensi kopi di sana. Namun, sekarang kurikulumnya lebih terpusat di satu tempat. Hingga kini sudah ada lebih dari 10 angkatan dengan peserta dari berbagai latar belakang. Ada yang sudah berprofesi sebagai barista tapi butuh sertifikat, ada juga masyarakat umum yang ingin membuka usaha,” ungkap Ari.

Menurutnya, metode pelatihan dimulai dari dasar, mulai dari sejarah kopi, cara seduh, praktik membuat menu reguler, hingga inovasi menu baru.

“Untuk tahun ini ada dua angkatan dengan total 50 peserta. Padahal, jumlah pendaftar sekitar 350 orang,” katanya.

Peluang Barista di Ciamis Masih Terbuka Lebar

Meski daya beli masyarakat Ciamis belum setinggi kota besar, Ari melihat peluang barista tetap menjanjikan.

“Industri kopi di Ciamis terus tumbuh. Hampir setiap bulan ada kafe baru yang buka, sehingga kebutuhan tenaga barista juga ikut meningkat,” jelasnya.

Program pelatihan barista ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha baru di bidang kopi.

Dengan begitu, lapangan pekerjaan baru bisa tercipta dan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *