banner 728x250
News  

Polres Ciamis Panen Jagung 7 Ton, Target 20 Ton di Kuartal III

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/ – Polres Ciamis menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan tahun 2025 dengan menggelar panen raya jagung serentak kuartal III di Dusun Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Sabtu (27/9/2025).

Kegiatan panen raya jagung tersebut dipimpin Wakapolres Ciamis Kompol Sujana.

banner 325x300

Turut hadir PJU Polres, Para Kabag dan Kasa, unsur Forkopimcam Cijeungjing, Camat H. Jajang, Kapolsek AKP Jajang, Danramil Kapten Inf Nalim Uwa Bula, perwakilan Perum Bulog Ciamis Ending, Hendra dari Gapoktan Mekar Bhakti, serta pejabat utama Polres Ciamis.

Panen Raya Jagung dan Target Produksi

Kompol Sujana menyampaikan bahwa panen kali ini dilakukan bersama Kelompok Tani Mekar Bhakti I di Handap Herang Kecamatan Cijeungjing.

“Lahan yang dipanen kurang lebih satu hektare dengan estimasi hasil sekitar tujuh ton jagung. Target panen kuartal III Polres Ciamis yaitu 20,1 ton,” ujarnya.

Untuk harga penyerapan, Bulog menetapkan standar Rp 5.500 per kilogram dengan kadar air 18–20 persen.

Sementara jagung dengan kadar air 14 persen dan aplatouching di bawah 50 persen dihargai Rp 6.400 per kilogram.

Gerakan Pangan Murah

Selain panen raya, Polres Ciamis juga menggelar gerakan pangan murah yang melibatkan masyarakat Desa Handapherang.

“Kami tidak hanya panen, tetapi juga menghadirkan gerakan pangan murah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau,” tambah Kompol Sujana.

Dukungan Dinas Pertanian

 

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Ciamis, Dadan Hardianto, didampingi Kabid Tanaman Pangan Lia Hamidah, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan.

“Alhamdulillah hari ini kita panen raya jagung bersama Polres Ciamis. Ini tentu menjadi bagian penting untuk program swasembada jagung di Ciamis,” kata Dadan.

Lia menambahkan, potensi jagung di Ciamis sempat mencapai 6.000 hektare berkat dukungan bantuan pemerintah pusat.

Namun, tahun 2025 lahan tanam berkurang menjadi 2.005 hektare, dengan 720 hektare di antaranya sudah tertanam.

“Sisanya akan ditanam pada Oktober hingga Desember, dengan rata-rata produksi enam ton per hektare,” jelasnya.

Menurut Lia, pemasaran jagung relatif aman karena kebutuhan pasar sangat tinggi.

Harga standar minimal Rp 5.500 per kilogram juga menjadi jaminan bagi petani agar tetap sejahtera.

“Mudah-mudahan dengan tambahan bantuan dari APBD, luas lahan tanam bisa meningkat lagi karena kebutuhan jagung jauh lebih tinggi dibandingkan produksi saat ini,” tuturnya.

Kegiatan panen raya jagung Polres Ciamis menjadi bukti nyata kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, Bulog, dan kelompok tani dalam menjaga ketahanan pangan lokal.

Selain meningkatkan produksi, program ini sekaligus membantu masyarakat mendapatkan akses pangan murah dan berkualitas.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *