banner 728x250
News  

P2B Desa Jalatrang Ciamis Tekan Pengeluaran Rumah Tangga Rp 72 Juta

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Jauh sebelum meraih Juara Nasional Lomba Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) dari Mabes Polri, program ketahanan pangan Desa Jalatrang sudah dirintis sejak tahun 2021.

Program ini bukan sekadar untuk mengejar penghargaan, melainkan hasil dari keresahan terhadap tingginya pengeluaran rumah tangga hanya untuk kebutuhan dapur sehari-hari.

banner 325x300

Kepala Desa Jalatrang, Dadi Haryadi, mengungkapkan bahwa langkah awalnya dimulai dari survei lapangan.

“Dari seribu rumah yang kami survei, pengeluaran masyarakat hanya untuk cabai rawit, bawang merah, dan tomat bisa mencapai Rp72 juta per bulan. Ini angka yang luar biasa,” ujar Dadi dalam wawancara, Jumat (25/7/2025).

Temuan itu membuka mata pemerintah desa. Jika kebutuhan dasar dapur bisa dipenuhi dari pekarangan sendiri, pengeluaran rumah tangga akan menurun, dan ekonomi keluarga menjadi lebih aman.

Dari Data Menjadi Aksi

Tidak berhenti pada survei, Pemerintah Desa Jalatrang langsung menyusun strategi.

Mulai tahun 2021 hingga 2022, sebanyak 20 persen Dana Desa dialokasikan khusus untuk mendukung program ketahanan pangan rumah tangga.

Langkah strategis pertama adalah peningkatan kapasitas warga melalui Sekolah Lapang Pertanian.

Kegiatan ini diikuti oleh kelompok-kelompok masyarakat yang terdiri dari 15 orang, dengan delapan kali pertemuan. Narasumbernya berasal langsung dari Dinas Pertanian.

“Dari Sekolah Lapang ini, kami mulai membentuk KWT (Kelompok Wanita Tani) di setiap dusun,” terang Dadi. “KWT bukan hanya simbol, tapi benar-benar menjadi pelaksana utama di lapangan.”

KWT bertugas mengedukasi dan mengajak warga untuk mengubah kebiasaan: dari membeli menjadi menanam.

Tidak perlu lahan luas cukup dengan pekarangan rumah, bahkan menggunakan pot, karung, atau barang bekas yang bisa diolah.

Tanam Sendiri, Hemat Sendiri

Kini, sekitar 60–70 persen dari total 1.870 rumah di Desa Jalatrang telah aktif memanfaatkan pekarangan.

Komoditas utama yang ditanam meliputi cabai, tomat, dan bawang merah.

Beberapa warga bahkan menanam sayuran dan buah seperti kangkung, bayam, pepaya, dan terong.

“Dulu tiap hari beli cabai dan tomat, sekarang tinggal petik di halaman,” kata Dadi.

Efek domino pun terjadi. Masyarakat bukan hanya hemat, tetapi juga mendapat penghasilan tambahan dari hasil panen. Sebagian menjual ke pasar atau ke tetangga sekitar.

Masyarakat Tak Lagi Bergantung

Program ini bukan hanya soal menanam, tapi soal perubahan pola pikir.

Dengan mendekatkan produksi pangan ke rumah sendiri, masyarakat didorong untuk tidak terlalu bergantung pada pasar atau bahkan bantuan pemerintah.

“Ini bukan proses satu malam. Dari 2021 sampai sekarang baru 70 persen rumah yang aktif. Tapi itu sudah luar biasa. Pemberdayaan itu butuh waktu,” ujar Dadi.

Pemerintah desa juga terus mendorong, bukan dengan paksaan, tetapi dengan pendampingan.

“Penyuluh pertanian, kader PKK, LKD, dan KWT menjadi garda terdepan dalam membina dan mengawasi jalannya program ini,” jelasnya.

Mimpi Menjadi Sentra Pangan Lokal

Kepala Desa Dadi menyebutkan bahwa ke depan, Desa Jalatrang ingin dikenal bukan hanya sebagai desa yang mandiri secara pangan, tapi juga sebagai sentra bawang merah di Kabupaten Ciamis.

Meskipun belum memiliki hamparan lahan besar, tetapi melalui pengelolaan pekarangan yang kolektif, potensi itu sangat mungkin dicapai.

“Kami mulai dari pekarangan, dari hal kecil. Tanah kita subur, tinggal kemauan yang harus dibangkitkan,” katanya penuh semangat.

Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah

Program ketahanan pangan Desa Jalatrang menjadi bukti bahwa kemandirian bisa dibangun dari bawah.

Ketika masyarakat mampu memproduksi sebagian besar kebutuhannya sendiri, mereka tidak hanya hemat, tetapi juga kuat.

Dengan pendekatan berbasis data, pendidikan, dan kolaborasi, Desa Jalatrang telah membuktikan bahwa pekarangan bukan ruang mati, tetapi sumber kehidupan dan ketahanan ekonomi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *