GARUT,kondusif.inewsciamis.com/,- Nelayan Hilang Garut, Teka-teki hilangnya Galih (25) di tengah ganasnya laut selatan akhirnya terjawab dengan kabar duka.
Setelah lebih dari 24 jam menjadi sasaran pencarian, nelayan asal Kampung Cirampadan itu ditemukan tak bernyawa di perairan Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, pada Kamis siang, (2/4/2026).
Operasi kemanusiaan ini dimulai sejak pukul 07.30 WIB.
Sebanyak 27 personel gabungan terdiri dari Satpolairud Polres Garut, Basarnas Bandung, hingga para pelaut yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Sancang membelah ombak demi menyisir sisa-sisa jejak perahu “AAL” yang ditumpangi korban.
Penyisiran di Titik Koordinat
Tim gabungan tidak bergerak buta. Dengan menggunakan perahu nelayan dan peralatan pendukung penyelamatan, mereka menyapu area di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP).
Kasat Polairud Polres Garut, Iptu Aep Saprudin, menjelaskan bahwa strategi penyisiran mulai diperketat saat jarum jam menunjukkan pukul 10.00 WIB.
”Tim SAR gabungan terus bergerak menyisir area menggunakan perahu nelayan, memperlebar radius pencarian dari titik awal hilangnya korban,” ujar Aep.
Setelah berjam-jam melawan arus, upaya tersebut membuahkan hasil.
Tepat pada pukul 12.08 WIB, petugas menangkap bayangan benda mengapung di koordinat 7° 44′ 50.5” S dan 107°54′ 14.5” E.
Sosok itu terkonfirmasi sebagai Galih, yang ditemukan sekitar 1,3 nautical mile dari lokasi awalnya dilaporkan hilang.
Kepulangan yang Menyedihkan
Sayangnya, takdir berkata lain. Galih ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Petugas segera mengevakuasi jenazahnya dari permukaan air untuk dibawa menuju daratan.
Tanpa menunggu waktu lama, jasad korban langsung dihantarkan ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga yang telah menunggu dengan cemas.
Dengan ditemukannya Galih, operasi SAR yang menguras energi ini resmi dihentikan. Namun, duka yang tertinggal menjadi alarm bagi pelaut lainnya.
Polres Garut kembali mengeluarkan peringatan keras bagi para nelayan agar tak mengabaikan alat keselamatan dan terus memantau cuaca ekstrem yang kerap menghantam pesisir selatan.
Kejadian ini menjadi catatan kelam bagi warga Sancang sebuah pengingat bahwa di balik kekayaan lautnya, tersimpan bahaya yang sewaktu-waktu bisa menjemput nyawa bagi mereka yang lengah.


















