Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/, Di tengah kerasnya kehidupan, masih banyak kisah yang menghangatkan hati. Salah satunya datang dari seorang pemuda bernama Oim Rohimat, warga Tanjungsari, Sadananaya, Kabupaten Ciamis.
Sejak sang ayah meninggal dunia delapan tahun silam, Oim menjalani hidup berdua bersama ibunya.
Sang ibu, kini harus berjuang melawan penyakit gula dan stroke selama dua tahun terakhir. Di tengah kondisi itu, Oim dengan penuh kasih dan tanggung jawab merawat ibunya seorang diri, tanpa mengeluh.
Meski hidup dalam keterbatasan, semangat Oim Rohimat untuk terus mendampingi dan merawat sang ibu tak pernah luntur.
Ia menjadi simbol nyata dari bakti seorang anak yang rela mengorbankan segalanya demi orang tua tercinta.
Kisah haru ini sampai ke telinga Baznas Tanggap Bencana. Yudhi Riadi, salah satu petugas Baznas, turun langsung ke kediaman Oim untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima.
Dalam keterangannya, Yudhi menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya mencarikan solusi terbaik bagi keluarga tersebut.
“Kami berharap kehadiran Baznas dapat meringankan beban hidup mereka dan menjadi awal dari jalan keluar atas kesulitan yang sedang dihadapi,” ujarnya.
Saat disambangi oleh tim kondusif.inewsciamis.com/, Oim menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Saya senang dan sangat berterima kasih kepada petugas Baznas yang datang langsung dan ingin membantu mengecek data kami. Semoga permasalahan ini bisa segera mendapatkan jalan keluar,” ucapnya penuh harap.
Kisah Oim menjadi pengingat bahwa cinta dan bakti kepada orang tua adalah kekuatan besar yang mampu melawan segala keterbatasan.
Semoga semakin banyak tangan yang tergerak untuk membantu dan mendukung perjuangan seperti yang dijalani oleh Oim dan ibunya.


















