CIAMIS,kondusif.inewsciamis.com/,– Diduga ODGJ Bacok Orang di Ciamis,- Suasana Dusun Legok 2, Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, mendadak mencekam pada Senin (3/11/2025) siang.
Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa tiba-tiba mengamuk dan membacok sejumlah warga.
Insiden mengerikan itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam waktu singkat, lima orang menjadi korban luka bacok.
Satu di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah yang diderita.
Beberapa warga yang menyaksikan kejadian tersebut berteriak meminta tolong.
Suasana panik menyelimuti kawasan yang biasanya tenang itu.
Tak lama kemudian, aparat kepolisian bersama anggota TNI dan perangkat desa datang untuk mengamankan pelaku.
“Benar, ada lima korban. Satu meninggal dunia dan lainnya sudah dilarikan ke Puskesmas Panawangan untuk mendapatkan perawatan,” ujar Ujang, warga setempat, saat ditemui di lokasi.
Menurut Ujang, pelaku tiba-tiba menyerang warga dengan sebilah golok tanpa sebab yang jelas.
“Tidak ada masalah sebelumnya. Tiba-tiba saja dia menyerang,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono membenarkan adanya peristiwa pembacokan tersebut.
Ia menegaskan, petugas kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif pelaku.
“Benar, ada insiden pembacokan di wilayah Panawangan. Lima korban, satu meninggal dunia. Saat ini kami masih mendalami apakah pelaku benar-benar mengalami gangguan jiwa atau ada motif lain,” jelas AKP Carsono.
Pelaku yang diketahui bernama Farid berhasil diamankan petugas gabungan di lokasi tidak lama setelah kejadian.
Saat ini, ia telah dibawa ke Polsek Panawangan untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Polisi juga berkoordinasi dengan pihak medis dan keluarga pelaku untuk memastikan kondisi kejiwaannya.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut sebelum menentukan langkah hukum berikutnya,” pungkas Kasat Reskrim.
Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi warga Dusun Legok 2.
Selain kehilangan salah satu warganya, masyarakat kini berharap aparat dapat memberikan perhatian khusus bagi warga dengan gangguan kejiwaan agar kejadian serupa tidak terulang.


















