banner 728x250

Nyawang Bulan, Upaya Rumah Naskah Nusantara Menghidupkan Tradisi Leluhur di Ciamis

banner 120x600
banner 468x60

CIAMIS, kondusif.inewsciamis.com/,– Di bawah terang purnama, suasana mistis dan khidmat menyelimuti Amphitheatre Jambansari, Tatar Galuh Ciamis, Sabtu malam (12/07/2025).

Sebuah pertunjukan budaya bertajuk Nyawang Bulan digelar, bukan sekadar hiburan, tetapi juga sebuah ikhtiar untuk merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap warisan intelektual leluhur: naskah kuno.

banner 325x300

Ketua Yayasan Rumah Naskah Nusantara, Gunari Putra Erisman, menjelaskan bahwa acara ini merupakan puncak dari proses panjang yang telah dimulai sejak tahun 2014.

Meski yayasannya baru berdiri resmi satu tahun terakhir, kiprahnya dalam bidang pernaskahan telah berjalan lebih dari satu dekade.

“Yayasan ini bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan, dengan manuskrip atau naskah kuno sebagai dasar,” ujar Gunari dalam sambutannya.

Kami ingin menyelamatkan, merawat, dan memperkenalkan kembali kekayaan literasi lokal kepada masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, manuskrip bukan sekadar tulisan tua, tetapi sumber pengetahuan dan kearifan yang ditinggalkan oleh para leluhur.

Beberapa di antaranya bahkan merupakan karya besar dari tokoh Galuh, seperti R.A.A. Kusumadiningrat, Bupati Ciamis tempo dulu.

Tradisi Nyaris Punah, Diangkat Kembali Lewat Digital

Gunari menuturkan, Nyawang Bulan lahir dari tradisi masyarakat Sunda di Galuh tempo dulu.

Dulu, masyarakat kerap membacakan babad atau naskah leluhur di malam purnama menjelang masa panen atau ritual adat.

Tradisi ini lambat laun memudar dan nyaris punah.

“Tradisi itu dulu hidup di masyarakat kita. Malam bulan purnama adalah waktu sakral untuk membaca sejarah, menelaah, dan merenungi kehidupan. Tapi kini tinggal kenangan,” ujarnya lirih.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Rumah Naskah Nusantara mengajak generasi muda untuk kembali mengenali nilai-nilai luhur dari manuskrip.

Mulai dari digitalisasi, alih aksara, hingga interpretasi makna di balik isi naskah semuanya dijalankan dengan semangat kolaborasi.

Tahun ini, kegiatan kembali berkolaborasi dengan Yayasan Kewargian Kanoman Galuh.

Sebelumnya, keduanya sukses menggelar Susuru Kertabumi pada 2023.

Pemerintah Apresiasi, Dorong Jadi Agenda Tahunan

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, hadir mewakili Bupati Ciamis Herdiat Sunarya.

Dalam sambutannya, Dian menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Ciamis terhadap kegiatan ini.

“Ini bentuk investasi budaya yang harus kita jaga. Tradisi seperti ini menciptakan masyarakat yang menjunjung tinggi kearifan lokal, dan itu sangat penting untuk menjaga kondusivitas sosial di daerah,” ujar Dian.

Pemerintah Kabupaten Ciamis, lanjutnya, berharap agar Nyawang Bulan bisa menjadi agenda tahunan.

Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga dapat menjadi ruang edukasi publik dan pemantik lahirnya kesadaran baru terhadap pentingnya sejarah lokal.

Nyawang Bulan Ciamis Terbuka untuk Kolaborasi

Gunari menegaskan bahwa Rumah Naskah Nusantara terbuka untuk siapa saja yang ingin berkolaborasi dalam pelestarian budaya.

Baik dari kalangan akademisi, seniman, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

“Warisan leluhur bukan untuk dikagumi saja, tapi harus dibaca, dipahami, dan diwariskan kembali. Mari kita hidupkan naskah-naskah itu dengan cara yang relevan di zaman ini,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *