JAKARTA,kondusif.inewsciamis.com/– Musyawarah Nasional (Munas) ke-V Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) resmi digelar di Hotel Golden Boutique, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Kegiatan dua hari ini menjadi momentum penting bagi jurnalis di seluruh Indonesia untuk menata langkah di tengah derasnya arus digitalisasi media.
Sejak pagi, para pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IPJI dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti jalannya acara.
Mereka datang membawa semangat baru untuk memperkuat kompetensi jurnalistik di era kecerdasan buatan (AI).
Ketua Panitia Pelaksana Munas, Kristi Andini, menegaskan bahwa dunia jurnalistik tidak bisa menolak perubahan teknologi.
Menurutnya, jurnalis masa kini harus melek digital agar tak tertinggal dari perkembangan zaman.
“Ini adalah titik balik perubahan bagi para jurnalis di era digital. Setiap tulisan kini tak hanya dibaca, tapi warisan untuk generasi mendatang,” ucap Kristi dalam sambutannya.
Ia juga menjelaskan, IPJI kini fokus pada tiga prioritas besar, peningkatan kapasitas anggota, pembentukan jaringan perlindungan profesi.
Kemudian, kolaborasi dalam bidang pendidikan media digital.
Sementara itu, Ketua Umum IPJI periode 2018–2023, Lasman Siahaan, menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme di tengah perubahan cepat teknologi informasi.
“IPJI harus menjadi wadah bagi jurnalis yang bukan hanya pandai menulis, tetapi juga paham teknologi. Dengan begitu, kita tetap independen dan relevan,” ujarnya.
Ketua Dewan Pembina IPJI, Mayjen (Purn) Hendardji Soepandji, menegaskan bahwa kekuatan IPJI bukan pada banyaknya anggota, tetapi pada kualitas tulisan.
“Di tengah era digital, tulisan yang tajam, aktual, dan terpercaya akan selalu dicari pembaca. Itulah kunci jurnalis melek digital,” katanya.
Kemudian, Hendardji juga memuji tema Munas ke-V IPJI yang dinilainya sangat relevan dengan arah pembangunan nasional.
“Meningkatkan profesionalisme dan independensi jurnalis menuju Indonesia emas adalah langkah yang tepat,” ujarnya menutup sambutan.


















