Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, KH. Saeful Uyun, menyerukan agar masyarakat menahan diri pasca aksi demo ricuh yang berujung perusakan Kantor DPRD Ciamis, Sabtu (30/8/2025). Menurutnya, aksi anarkis tidak akan membawa kebaikan dan justru merugikan semua pihak.
Dalam keterangannya saat konferensi pers di Mapolres Ciamis, KH. Saeful Uyun menegaskan pentingnya menjaga persatuan serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
“Mohon menahan diri. Tidak ada yang sayang kepada Indonesia kalau bukan orang Indonesia. Negara kita baru 80 tahun merdeka dan kita semua ingin sejahtera. Mari bicara dengan hati dan penuh perhitungan,” ucapnya, Minggu (31/8/2025).
MUI Ciamis: Warga Ciamis Harus Sayang Ciamis
Ia juga menegaskan, masyarakat Ciamis harus lebih peduli terhadap daerahnya sendiri.
“Tidak ada yang akan menyayangi Ciamis kalau bukan orang Ciamis. Oleh karena itu, mari kita jaga daerah kita, jangan sampai diwarnai kerusuhan,” tegas KH. Saeful Uyun.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa berakhir anarkis ketika sekelompok orang berpakaian hitam dan menggunakan masker bergerak menuju Kantor DPRD Ciamis pada Sabtu sore.
Mereka melakukan perusakan dengan melempar batu, merusak fasilitas umum, dan membakar di depan gerbang barat.
Polisi berhasil mengamankan 38 orang, dengan 16 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, termasuk 11 pelajar berusia 14–16 tahun.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan tokoh agama.
KH. Saeful Uyun menekankan bahwa cara terbaik menyelesaikan masalah adalah dengan dialog dan jalur hukum, bukan tindakan anarkis.
“Percayakan kepada penegak hukum. Jangan mudah terprovokasi. Kita semua harus berpikir jernih demi masa depan bangsa dan daerah kita,” ujarnya.
Pesan Ketua MUI Ciamis ini menjadi penting karena turut memperkuat ajakan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang sebelumnya juga meminta masyarakat menjaga kondusivitas daerah.
Peran tokoh agama diharapkan mampu meredam emosi warga serta memberikan pencerahan agar kejadian serupa tidak terulang.
KH. Saeful Uyun pun menutup imbauannya dengan harapan agar masyarakat tidak mengorbankan keamanan hanya demi kepentingan sesaat.
“Kita ingin Indonesia sejahtera, dan itu bisa terwujud jika kita menjaga keamanan dan kedamaian. Mari bersama-sama jaga Ciamis dengan hati,” pungkasnya.


















