banner 728x250

Modus Razia Perhiasan, Siswi SDN 1 Manonjaya Jadi Korban Penipuan

banner 120x600
banner 468x60

Tasikmalaya, kondusif.inewsciamis.com/– Seorang siswi kelas 3 SDN 1 Manonjaya menjadi korban penipuan dengan modus razia perhiasan pada Selasa (11/02/2025) pagi. Pelaku, yang berpenampilan rapi dengan batik, kacamata, dan sepatu formal, mengaku sebagai guru baru dan meminta perhiasan siswa dengan alasan razia dari kepolisian.

Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB, saat sebagian siswa baru tiba di sekolah. Pelaku berhasil mengambil dua kalung emas dari korban sebelum meninggalkan lokasi. Pihak sekolah segera melaporkan insiden ini ke Polsek Manonjaya, yang langsung menindaklanjuti dengan pemeriksaan CCTV dan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

banner 325x300
Foto:Dugaan Pelaku Kasus Penipuan Dengan Modus Razia Perhiasan

Pelaku Berpura-pura Jadi Guru Baru

Salah satu guru SDN 1 Manonjaya, Yuli, mengungkapkan bahwa pelaku tampil sangat meyakinkan, sehingga awalnya tidak dicurigai.

“Kami awalnya mengira dia adalah orang tua murid yang mengantar anaknya ke sekolah. Beberapa orang tua bahkan mengira dia guru baru karena penampilannya yang rapi dan meyakinkan,” ujarnya kepada awak media.

Sekolah Perketat Keamanan

Menanggapi kejadian ini, pihak sekolah langsung mengambil langkah pencegahan dengan memperketat keamanan dan membatasi akses masuk ke lingkungan sekolah.

“Gerbang sekolah akan dikunci dan hanya ada satu jalur masuk yang dapat dipantau. Selain itu, orang tua yang mengantar anaknya, terutama kelas 1 dan 2, hanya diperbolehkan sampai gerbang. Selanjutnya, guru yang akan mengantar mereka ke kelas,” jelas pihak sekolah usai menggelar rapat dengan komite.

Selain itu, siswa juga diberikan edukasi untuk lebih waspada terhadap orang asing.

“Kami sudah mengumpulkan anak-anak dan mengingatkan mereka bahwa jika ada orang asing yang mengaku sebagai guru atau petugas, mereka harus memastikan orang tersebut diperkenalkan langsung oleh guru atau kepala sekolah,” tambah perwakilan sekolah.

Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian. Pihak sekolah dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan kejadian serupa.***

Jurnalis: Nurhaeni

banner 325x300

Respon (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *