GARUT,kondusif.inewsciamis.com/,- Penemuan Mayat Villa Cikoer Garut, Keheningan di Kampung Cikoer, Desa Cikelet, mendadak pecah pada Rabu pagi, (1/4/2026).
Sebuah penginapan yang biasanya tenang berubah menjadi pusat perhatian warga setelah Rohaimin (50), seorang wiraswasta asal Pamulihan, ditemukan terbujur kaku di atas tempat tidur.
Kecurigaan bermula saat warga menyadari ada yang janggal pada vila tersebut.
Meski hari sudah terang, lampu penginapan masih menyala benderang, sementara sang penjaga vila tak kunjung menampakkan batang hidungnya.
Didorong rasa penasaran, saksi mata kemudian memeriksa ke dalam ruang istirahat.
Di sanalah mereka menemukan Rohaimin dalam posisi terlentang.
Kondisinya mengenaskan; darah merembes keluar dari mulut dan hidungnya, membasahi area tempat tidur.
Hasil Pemeriksaan Medis
Mendapat laporan warga, petugas Polsek Cikelet bersama tim medis dari Puskesmas Cikelet segera meluncur ke lokasi kejadian.
Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat perkara, tim medis memperkirakan korban sudah mengembuskan napas terakhir sekitar 12 jam sebelum ditemukan.
Kendati kondisi jenazah tampak mengejutkan, polisi memastikan tidak ada jejak penganiayaan pada tubuh pria paruh baya tersebut.
”Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik,” ujar Kapolsek Cikelet, AKP Aktas Komalsyah Siregar.
Penyebab kematian akhirnya mulai terang setelah pihak keluarga memberikan keterangan.
Menurut mereka, Rohaimin memang mengidap riwayat penyakit kronis, yakni gangguan lambung dan liver yang sudah menahun.
Penemuan Mayat Villa Cikoer Garut Uang Belasan Juta Utuh
Selain mengevakuasi jenazah, polisi juga melakukan sterilisasi area.
Petugas mengamankan sejumlah barang berharga milik korban yang masih utuh di lokasi, termasuk uang tunai sebesar Rp15.515.000 dan satu unit ponsel pintar.
Seluruh barang tersebut telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga.
Menerima kenyataan pahit ini, keluarga korban memilih untuk tidak memperpanjang penyelidikan.
Mereka meyakini bahwa kematian Rohaimin murni disebabkan oleh faktor kesehatan.
”Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak proses autopsi. Mereka juga telah menandatangani surat pernyataan resmi,” tambah Aktas.
Sore itu juga, jenazah Rohaimin langsung dipulangkan ke rumah duka menggunakan ambulans Puskesmas Cikelet untuk segera dimakamkan.


















