Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/, Meski menghadapi keterbatasan minim anggaran, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ciamis tetap menunjukkan komitmen kuat dalam membina dan mendukung para atlet untuk menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2025.
Ketua KONI Ciamis, Endang Sutrisna, menegaskan bahwa semangat pembinaan tetap menyala, bahkan ketika bantuan dari pemerintah daerah sangat terbatas.
100 Lebih Atlet Voli Ikut Seleksi: Cerminan Potensi Besar
Dalam kunjungannya ke lokasi seleksi tim bola voli indoor putra di Gelanggang Galuh Taruna (GGT), Endang mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme para atlet.
“Alhamdulillah, hari ini lebih dari 100 atlet putra dan putri mengikuti seleksi. Ini menunjukkan bahwa voli masih jadi cabang olahraga yang hidup dan diminati masyarakat,” ungkap Endang, Senin (14/4/2025).
Ia menyebutkan bahwa Ciamis memiliki banyak klub potensial, bahkan beberapa di antaranya seperti Triple S Kawali, skuad dari Cisaga, dan Panjalu sudah tampil di Kejuaraan Nasional.
“Ciamis punya potensi voli yang luar biasa. Ini olahraga yang familiar dan sudah terbukti prestasinya,” tambahnya.
30 Cabang Olahraga Siap Tampil di BK
KONI Ciamis mencatat ada 30 cabang olahraga yang akan diberangkatkan untuk mengikuti BK Porprov yang dimulai Juni hingga November 2025.
Endang juga menekankan bahwa setiap cabor diberi peluang yang sama untuk lolos ke Porprov.
“Semua cabang punya kesempatan. Target kami, minimal lolos dari BK sebagai juara 1 atau 2 agar bisa melaju ke Porprov Jawa Barat 2026,” tegasnya.
Selain voli, Endang juga menyebut cabang olahraga lain yang menjadi andalan Ciamis seperti sepak bola, sepeda, renang, tinju, pencak silat, hingga olahraga ekstrem seperti paralayang dan terbang layang.
Minim Anggaran, Atlet Tetap Berjuang
Dalam wawancara yang berlangsung usai seleksi, Endang mengkritisi kondisi pendanaan olahraga daerah yang minim.
Ia menyebut bahwa beberapa event seperti Kejurkab dan Bupati Cup bahkan digelar tanpa dukungan dana dari pemerintah.
Namun, dia juga tidak menapik bahwa hal tersebut menyesuaikan dengan kondisi anggaran Kabupaten Ciamis saat ini.
“Kalau boleh jujur, memang dukungan dari pemerintah daerah sangat minim. Tapi alhamdulillah, semangat dari klub-klub luar biasa. Dari 36 cabang, hampir 20 tetap menggelar event meski tanpa anggaran,” jelasnya.
KOK Jadi Ujung Tombak Pembinaan Daerah
Endang juga menyoroti peran strategis Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) dalam menjaga ekosistem pembinaan atlet.
Dengan tumbuhnya KOK dan klub-klub di tingkat kecamatan, pembinaan dapat terus berjalan meski tidak selalu bergantung pada anggaran besar.
“Dengan adanya KOK, klub-klub dari berbagai cabang terus berkembang dan rutin mengadakan kegiatan. Ini patut diapresiasi,” pungkasnya.


















