Tasikmalaya,kondusif.inewsciamis.com/,- Para ulama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, kembali menunjukkan taringnya dalam membentengi akhlak generasi muda. Melalui agenda rutin Ziarah Masyayikh yang ke-17, mereka meluncurkan program Bimbingan Anak Usia Sekolah (BAGUS) pada Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SMPN 1 Manonjaya dan Pesantren Miftahul Barokah RBC ini bukan sekadar kunjungan biasa.
Acara ini juga menjadi simbol bersatunya para kyai dan pejabat pemerintah (umaro) untuk memastikan anak sekolah tidak lupa daratan di tengah gempuran zaman.
Pesantren ‘Jemput Bola’ ke Sekolah
Perwakilan Forum Pondok Pesantren, H. Oom Suparmas, menegaskan bahwa para kyai kini aktif melakukan langkah “jemput bola”.
Pihaknya sengaja menyambangi lembaga pendidikan formal untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan wajah pesantren kepada para siswa.
”Kami ingin memperkenalkan eksistensi pesantren. Harapannya sederhana namun mendalam: begitu waktu Maghrib tiba, anak-anak kita berbondong-bondong ke masjid untuk mengaji, bukan sibuk dengan hal lain,” ujar H. Oom dengan nada optimis.
Jago Teknologi, Cinta Mushaf
Bak gayung bersambut, Kepala SMPN 1 Manonjaya, Asep Nurullah, juga mengaku bangga sekolahnya terpilih menjadi tuan rumah.
Menurutnya, program BAGUS yang disertai buku kendali ‘Maghrib Mengaji’ ini merupakan amunisi penting bagi sekolah dan orang tua.
”Ini kebanggaan bagi kami. Kami ingin siswa SMPN 1 Manonjaya tidak hanya pandai membaca buku atau menguasai teknologi, tapi juga rajin membuka mushaf Ilahi,” tegas Asep.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Ahmad Patoni, M.M., turut memberikan jempol atas kolaborasi apik ini.
Ia juga menilai Manonjaya berhasil membangun sinergi yang solid antara Diniyah, Wustha, dan Forum Pondok Pesantren.

Senada dengan itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya melalui Kabid SMP, Cucu Ano Lesmana, berharap gerakan ini menjadi “virus” positif yang menular ke wilayah lain.
”Kami merespons sangat positif. Hemat saya, kegiatan bermakna seperti ini tidak boleh berhenti di Manonjaya saja. Saya akan segera laporkan ke pimpinan agar model kolaborasi ini dikembangkan di seluruh sekolah di Kabupaten Tasikmalaya,” pungkas Cucu.
Hadir dalam acara tersebut unsur Muspika Manonjaya, anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Kepala KUA, serta jajaran pimpinan lembaga keagamaan setempat yang kompak mengawal peluncuran program tersebut.


















