Garut,kondusif.inewsciamis.com/,- Langkah nyata penguatan pertahanan wilayah sekaligus kedaulatan pangan mulai terpeta dari pesisir selatan Jawa Barat. Puluhan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Seskoad) terjun langsung ke Pameungpeuk, Kabupaten Garut, guna meninjau progres pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 890 Gardha Sakti.
Kegiatan yang dikemas dalam Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Pembinaan Satuan ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin (20/4/2026) hingga Kamis (23/4/2026).
Peninjauan ini bukan sekadar rutinitas kurikulum, melainkan upaya strategis untuk memastikan satuan baru TNI AD ini mampu menjadi motor penggerak pembangunan nasional.
Sinergi Lintas Sektoral
Di antara deretan para perwira, tampak hadir Wakapolres Garut Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat yang tengah menempuh pendidikan di Seskoad.
Bersama 29 rekan sejawatnya, Bayu menyisir setiap sudut lokasi pembangunan untuk memotret kesiapan personel maupun infrastruktur di lapangan.
”Kegiatan ini bersifat implementatif. Kami turun ke lapangan untuk memastikan setiap pembangunan memberikan dampak nyata, baik bagi stabilitas keamanan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat di Garut bagian selatan,” ujar Bayu di sela-sela peninjauan, Selasa (21/4/2026).
Sepanjang kegiatan, para Pasis tidak hanya menerima paparan formal.
Mereka melakukan pendalaman melalui wawancara intensif dan koordinasi lintas sektor.
Tujuannya jelas: sinkronisasi antara rencana pembangunan militer dengan kepentingan masyarakat lokal agar berjalan beriringan.
Mengawal Astacita
Pembangunan Yon TP 890/Gardha Sakti merupakan bagian dari cetak biru besar Program Strategis Nasional (Astacita).
Pemerintah menargetkan pembentukan 750 batalyon serupa hingga tahun 2029 mendatang.
Satuan-satuan ini dirancang khusus untuk memperkuat ketahanan pangan melalui sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, selain menjalankan fungsi pertahanan wilayah.
Kehadiran batalyon ini di masa depan diharapkan mampu menjawab tantangan geografis Garut selatan.
Yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah namun memerlukan pengawalan pembangunan yang merata.
Lebih jauh, KKL ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mengakselerasi pembangunan yang inklusif bagi warga sekitar.
Melalui evaluasi lapangan yang tajam, para perwira siswa diharapkan membawa kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas satuan demi kedaulatan negara yang lebih tangguh.


















