banner 728x250
News  

Kualitas Program Makan Bergizi di Kamulyan Disorot, Diduga Tak Sesuai Standar Kesehatan

banner 120x600
banner 468x60

Tasikmalaya,kondusif.inewsciamis.com/,– MBG Kamulyan Disorot,– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita bertujuan mengatasi gizi buruk dan stunting, meningkatkan mutu pendidikan, menggerakkan perekonomian lokal, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Namun, pelaksanaan MBG di Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menuai sorotan.

banner 325x300

Pada hari kedua peluncuran, Selasa (5/8/2025), distribusi makanan di SD Negeri Cihurip, Desa Batusumur, dipersoalkan lantaran diduga tidak memenuhi standar kesehatan.

Laporan yang diterima menyebutkan adanya sayur yang tidak layak konsumsi dan nasi yang kurang matang.

Sejumlah orang tua murid menyampaikan kekecewaan, mengingat makanan yang seharusnya memberi manfaat gizi justru dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan anak.

Kritik juga diarahkan pada minimnya pemeriksaan oleh ahli gizi sebelum makanan dibagikan.

Pada Kamis (7/8/2025), tim media mendatangi Dapur Gizi SPPG MBG Kamulyan untuk meminta penjelasan.

Pimpinan setempat, berinisial O, mengaku tidak mengetahui detail permasalahan dan mengarahkan wartawan kepada asisten lapangan berinisial A, sebelum meninggalkan lokasi dengan alasan menghadiri rapat di wilayah lain.

Saat ditemui, A membantah tudingan adanya makanan basi atau nasi kurang matang, dan menegaskan bahwa hidangan telah sesuai standar.

Ia juga mengaku pihaknya turut mengonsumsi hidangan tersebut.

Terkait siswa yang tidak mendapatkan jatah, A menduga ada siswa baru yang belum terdata di sistem Dapodik.

Namun, penjelasan tersebut belum menjawab pertanyaan, mengingat siswa yang tidak kebagian berasal dari kelas 1 hingga kelas 5.

A hanya menambahkan bahwa evaluasi akan dilakukan ke depan.

A juga menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG di Kamulyan tidak diawasi langsung oleh Polsek maupun Koramil.

Pengawasan sepenuhnya mengacu pada data instansi terkait, sedangkan aparat keamanan setempat disebut memiliki tanggung jawab pengawasan di lapangan.

Kondisi ini menunjukkan adanya kelemahan koordinasi dan pengawasan pada pelaksanaan MBG di Kamulyan.

Padahal, program ini memegang peran penting dalam mendukung visi pemerintah untuk membangun ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

 

Henikondusif.inewsciamis.com/

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *