KONDUSIF – Liverpool semakin menunjukkan dominasi mereka di Liga Primer Inggris setelah menang 3-1 atas Southampton di Anfield. Dua gol penalti Mohamed Salah menjadi kunci kebangkitan The Reds, yang sempat tertinggal lebih dulu akibat kesalahan di lini belakang.
Meski tampil kurang bertenaga setelah kemenangan dramatis atas Paris Saint-Germain di Liga Champions, Liverpool tetap mampu mengamankan tiga poin penting. Dengan kemenangan ini, mereka unggul 16 poin di puncak klasemen, semakin dekat menuju gelar juara musim ini.
Southampton Kejutkan Liverpool, tetapi Tak Bertahan Lama
Laga ini sempat diwarnai kejutan ketika Southampton membuka keunggulan lebih dulu. Kesalahan koordinasi antara Virgil van Dijk dan Alisson Becker dimanfaatkan dengan baik oleh Will Smallbone, yang mencetak gol dari sudut sempit.
Namun, Liverpool merespons dengan cepat. Manajer Arne Slot melakukan tiga pergantian pemain di babak pertama, yang langsung mengubah jalannya pertandingan.
Darwin Núñez menjadi sosok penting dalam kebangkitan The Reds. Setelah menerima umpan matang dari Luis Díaz, striker asal Uruguay itu mencetak gol penyama kedudukan. Tak lama berselang, Núñez dijatuhkan Smallbone di kotak penalti, memberikan kesempatan bagi Mohamed Salah untuk mengeksekusi penalti dengan sempurna.
Dominasi di Babak Kedua dan Gol Ke-27 Salah
Liverpool semakin mendominasi di babak kedua, meski Southampton sempat berusaha memberikan perlawanan. Namun, keunggulan kualitas The Reds terlihat jelas.
Ketika laga memasuki menit-menit akhir, wasit menghadiahkan penalti kedua bagi Liverpool setelah tinjauan VAR mendeteksi handball Yukinari Sugawara. Salah kembali maju sebagai eksekutor dan mencetak gol keduanya di laga ini, yang sekaligus menjadi golnya yang ke-27 musim ini.
Para penggemar Liverpool pun mulai bernyanyi, “Sekarang kalian akan percaya, kami akan memenangkan liga!” Sebuah keyakinan yang semakin kuat melihat performa mereka musim ini.
Langkah Liverpool Menuju Treble Winners
Kemenangan ini semakin memperkokoh posisi Liverpool sebagai kandidat kuat juara Liga Primer. Dengan Arsenal yang masih memiliki dua pertandingan sisa, sulit membayangkan tim lain bisa mengejar mereka.
Namun, perjalanan belum selesai. Liverpool kini mengalihkan fokus ke leg kedua Liga Champions melawan PSG dan final Piala Carabao melawan Newcastle. Dengan peluang meraih tiga trofi dalam genggaman, The Reds tengah berada dalam jalur menuju musim yang bersejarah.
Sementara itu, bagi Southampton, kekalahan ini semakin memperpanjang catatan buruk mereka. Dengan hanya mengumpulkan 11 poin sejauh ini, mereka masih berpotensi mencatatkan rekor sebagai tim dengan poin terendah dalam sejarah Liga Primer—sebuah kenyataan pahit yang harus mereka hadapi.


















