banner 728x250
News  

Pemkab Ciamis Larang Siswa SD-SMP Naik Motor: Demi Keselamatan, Bukan Sekadar Seremonial

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis, kondusif.inewsciamis.com/, Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan larangan penggunaan kendaraan bermotor bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kebijakan ini disosialisasikan secara menyeluruh kepada sekolah, orang tua, dan aparat, dengan tujuan utama melindungi keselamatan siswa di jalan raya.

Sosialisasi terbaru dilaksanakan di SMPN 1 Cijeungjing, Kamis (8/5), sebagai bagian dari tindak lanjut Surat Edaran Bupati Ciamis Nomor 400-3/1075.Disdik-I/2025.

banner 325x300

Kegiatan serupa sebelumnya telah digelar di wilayah Panumbangan.

Larangan siswa SD SMP: Keselamatan dan Kedisiplinan

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Aris Gunanto, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar larangan.

Akan tetapi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak.

“Ini langkah preventif. Anak SD dan SMP belum cukup matang untuk berkendara dengan aman. Kami ingin mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman dan disiplin,” ujar Aris.

Ia menambahkan, kebijakan ini juga merujuk pada Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45 Tahun 2025 tentang 9 Langkah Strategis Pembangunan Pendidikan, yang menempatkan keselamatan siswa sebagai prioritas utama.

Polisi Dilibatkan, Penegakan Diutamakan

Sosialisasi ini turut dihadiri perwakilan Polres Ciamis, seperti IPDA Amru Heri Sutomo, KBO Binmas, serta AKP Rohmat Komara, SH, MH dari Satlantas.

Keduanya menegaskan dukungan penuh terhadap larangan tersebut, termasuk kesiapan untuk terlibat aktif dalam pengawasan di lapangan.

“Ini bukan hanya soal disiplin berlalu lintas, tetapi soal nyawa. Kami siap bersinergi dengan sekolah dan masyarakat agar kebijakan ini benar-benar efektif,” kata AKP Rohmat.

Ia juga menyinggung isu bullying di lingkungan sekolah, yang menurutnya bisa berdampak jangka panjang.

Pihak kepolisian, ujarnya, siap memberi pendampingan dan penindakan terhadap kasus-kasus perundungan yang terjadi di sekolah.

Tantangan Implementasi: Transportasi dan Kesadaran

Meski mendapat dukungan, kebijakan ini tidak lepas dari tantangan.

Beberapa orang tua menyuarakan kekhawatiran terkait akses transportasi, terutama di wilayah terpencil yang minim angkutan umum.

Dalam sesi diskusi, mereka meminta agar kebijakan ini dibarengi dengan solusi nyata.

Dinas Pendidikan dan pihak kepolisian menanggapi masukan tersebut dengan terbuka, sembari menekankan bahwa keselamatan siswa harus tetap menjadi prioritas utama.

Komitmen Sekolah dan Orang Tua

Sebagai penutup kegiatan, perwakilan sekolah dan komite orang tua menyatakan komitmen untuk mendukung dan mengimplementasikan edaran ini.

Mereka menyadari pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari risiko lalu lintas maupun kekerasan psikologis.

Sosialisasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai formalitas semata, melainkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya disiplin dan peduli keselamatan sejak usia dini.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *