banner 728x250
News  

DPKP Ciamis Beberkan Strategi Hadapi Penurunan Lahan Jagung

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/ – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan produksi jagung di tengah keterbatasan lahan dan bantuan benih. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri panen raya jagung yang digelar Polres Ciamis bersama kelompok tani di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Sabtu (27/9/2025).

Sekdis DPKP Ciamis, Dadan Hardianto, menyebut kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendukung swasembada jagung.

banner 325x300

“Alhamdulillah hari ini kita panen raya jagung bersama Polres Ciamis. Kolaborasi seperti ini akan sangat membantu program swasembada jagung di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Lahan Jagung Berkurang

Kabid Tanaman Pangan DPKP Ciamis, Lia Hamidah, menjelaskan bahwa luas lahan jagung di Ciamis saat ini berkurang dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada puncaknya, luas tanam sempat mencapai lebih dari 6.000 hektare berkat dukungan penuh pemerintah pusat. Namun, pada 2025 lahan jagung hanya tersisa sekitar 2.005 hektare.

“Dari total itu, baru 720 hektare yang sudah tertanam tahun ini. Sisanya akan kita tanam bertahap di bulan Oktober, November, dan Desember,” kata Lia.

Dengan rata-rata produktivitas enam ton per hektare, potensi hasil panen jagung Ciamis tetap menjanjikan meski luas lahan berkurang.

Menurut Lia, berkurangnya bantuan benih dari pusat turut memengaruhi luas lahan tanam jagung di daerah.

Selama ini, petani masih banyak bergantung pada dukungan benih dari pemerintah pusat, provinsi, maupun APBD Kabupaten.

“Kami berharap ada tambahan bantuan dari APBD, sehingga luas lahan jagung bisa ditingkatkan kembali. Sebab, kebutuhan jagung jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produksi kita saat ini,” jelasnya.

Meski begitu, Lia memastikan bahwa pemasaran jagung di Ciamis tidak mengalami kendala berarti.

Permintaan pasar yang tinggi menjadikan hasil panen selalu terserap dengan baik.

Harga standar minimal Rp 5.500 per kilogram juga menjadi jaminan agar petani tetap memperoleh keuntungan.

Optimisme Menuju Swasembada

Dengan kondisi tersebut, DPKP Ciamis tetap optimistis swasembada jagung dapat terwujud melalui kerja sama semua pihak.

Sinergi pemerintah, aparat kepolisian, kelompok tani, hingga Bulog diharapkan bisa memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

“Selama kebutuhan jagung terus meningkat, kita harus pastikan lahan tanam tetap produktif. Panen raya kali ini jadi bukti bahwa Ciamis siap mendukung swasembada pangan 2025,” pungkas Lia.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *