banner 728x250

Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS 2025: Indonesia Resmi Jadi Anggota Penuh

banner 120x600
banner 468x60

NASIONAL,kondusif.inewsciamis.com/- Hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, pada Minggu (6/7/2025) menjadi momen bersejarah bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak forum itu berdiri, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir sebagai kepala negara dari anggota penuh BRICS.

Kehadiran Indonesia sebagai anggota ke-11 dalam aliansi ekonomi negara-negara berkembang tersebut menandai pencapaian diplomatik penting dalam tahun pertama pemerintahan Prabowo.

banner 325x300

Inisiasi Langsung dari Presiden Prabowo

Menurut Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, keanggotaan Indonesia dalam BRICS bukan terjadi secara kebetulan.

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan hasil dari inisiatif langsung Presiden Prabowo, yang secara aktif mendorong aksesi Indonesia ke dalam forum strategis tersebut.

“Masuknya Indonesia dalam keanggotaan BRICS merupakan inisiasi langsung dari Presiden Prabowo di tahun pertamanya menjadi Presiden Republik Indonesia, dan disambut baik oleh seluruh anggota BRICS,” jelas Teddy dalam keterangan tertulis.

BRICS, yang awalnya hanya terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.

Kini telah berkembang menjadi kelompok strategis beranggotakan 11 negara.

Setelah perluasan pada tahun 2024, negara-negara seperti Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Etiopia, dan Iran telah bergabung.

Kini, Indonesia menjadi negara terbaru yang bergabung secara resmi.

BRICS Kini Representasi 50% Populasi Dunia

Lebih lanjut, dengan keanggotaan barunya, BRICS kini merepresentasikan lebih dari 50 persen populasi dunia dan mencakup sekitar 35 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) global.

Hal ini menjadikan BRICS salah satu kekuatan kolektif paling signifikan dalam tatanan ekonomi dan geopolitik dunia.

Presiden Prabowo memandang keikutsertaan Indonesia dalam forum ini sebagai langkah strategis.

Yang dapat mendorong peran aktif Indonesia dalam membentuk tatanan dunia yang lebih seimbang dan adil.

“Presiden Prabowo optimistis dengan keikutsertaan Indonesia dalam BRICS akan memperkuat posisi Indonesia di kancah global, serta menekankan pentingnya kerja sama antarnegara melalui forum seperti BRICS untuk mendukung stabilitas dan kemakmuran dunia,” tambah Seskab Teddy.

Diplomasi “Seribu Kawan, Satu Lawan Terlalu Banyak”

Lebih jauh, prinsip diplomasi luar negeri yang dipegang teguh oleh Presiden Prabowo pun kembali ditegaskan dalam forum ini.

Ia juga mengedepankan semangat kerja sama dan kemitraan antarbangsa, di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

“Bergabungnya Indonesia dalam keanggotaan BRICS ini merupakan perwujudan prinsip yang selalu dipegang oleh Kepala Negara bahwa seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” ucap Teddy.

Prinsip ini menjadi pondasi dari pendekatan luar negeri Prabowo yang mengutamakan jejaring persahabatan, diplomasi aktif, serta penguatan posisi tawar Indonesia dalam kerja sama global.

Langkah Strategis Indonesia di Panggung Global

Kemudian, bergabungnya Indonesia dalam BRICS bukan hanya soal perluasan aliansi, tetapi juga merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Prabowo, serius menatap masa depan dunia multipolar.

Di tengah persaingan antara kekuatan global, Indonesia berupaya hadir sebagai penyeimbang yang mampu menjembatani kepentingan negara-negara berkembang.

Dengan posisi sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Keanggotaan penuh dalam BRICS menjadi pengakuan atas kekuatan geopolitik dan ekonomi Indonesia yang semakin diperhitungkan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *