banner 728x250
News  

Keraton Kanoman Sambangi ‘Orang Tua’ Galuh di Keraton Selagangga

Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Keraton Selagangga Peringati 200 Tahun Segitiga Emas Syiar Islam

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis, Kondusif – Guyonan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mencairkan suasana khidmat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Keraton Selagangga.

Dengan nada berseloroh, ia membandingkan nasib mubaligh dengan dirinya sendiri soal amplop seusai acara.

banner 325x300

 

“Hanya saja, bedanya adalah jika mubaligh setelah acara mendapatkan amplop, maka Bupati setelah acara malah memberi amplop,” ucap Herdiat. Minggu, (21/09/2025).

Pernyataan itu langsung disambut tawa, sorakan, dan tepuk tangan para hadirin.

Deklarasi Tolak Penyimpangan Sejarah

Sebelum candaan itu, Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis (DKKC) menyampaikan deklarasi penting.

Ketua DKKC, Yat Rospia Brata, menegaskan sikap masyarakat Galuh.

“Kami, Masyarakat Tatar Galuh Ciamis, menolak segala bentuk upaya penyimpangan sejarah dalam bentuk apapun,” ujarnya lantang.

Pernyataan tersebut diikuti hadirin yang mengulang dengan kompak, menegaskan komitmen bersama menjaga sejarah.

Iket Mahesa Kanoman: Simbol Persaudaraan Budaya

Acara semakin bermakna dengan penyematan iket Mahesa Kanoman kepada Bupati Herdiat oleh Mahapatih Pangeran Raja Qodiran dari Kesultanan Kanoman Cirebon.

Simbol itu merekatkan kembali ikatan budaya antara Cirebon dan Galuh, sekaligus menegaskan pentingnya warisan sejarah.

Dalam sambutannya, Herdiat menyatakan komitmen untuk mendirikan museum Galuh.

Ia menilai banyak situs, fosil, dan artefak sejarah di Ciamis yang belum tercatat di instansi terkait.

Museum itu, menurutnya, akan menjadi pusat edukasi sekaligus penguatan identitas daerah.

Museum Selagangga Jadi Inspirasi

Herdiat juga meninjau Museum Selagangga yang menyimpan koleksi perjuangan masyarakat Galuh.

Ia memuji kondisi peninggalan bersejarah yang masih terawat.

“Ini patut kita rawat, patut kita pelihara, dan patut kita jaga. Jangan sampai nanti anak cucu kita tidak mengenal lagi siapakah ruluh-ruluh kita,” kata Herdiat.

Ia menitipkan pesan khusus kepada Yayasan Kusuma Winata untuk menjaga kelangsungan museum, dengan janji dukungan dari pemerintah daerah.

Segitiga Emas Syiar Islam

Selain peringatan Maulid Nabi, acara di Keraton Selagangga juga menandai 200 tahun syiar Islam.

Momentum itu menegaskan pentingnya segitiga emas sejarah: Kanoman Cirebon, pesantren di Tatar Galuh, dan Keraton Selagangga.

Ketiganya menjadi poros penyebaran Islam, pengembangan ilmu, dan pelestarian kebudayaan di Jawa Barat.

Herdiat mengingatkan generasi muda agar tidak abai terhadap sejarah.

“Kawula muda Tatar Galuh harus menghargai sejarah dan perjuangan para pendahulu, karena hal tersebut merupakan jati diri warga Tatar Galuh,” ujarnya.

Sejarah, Identitas, dan Humor

Acara di Keraton Selagangga tidak hanya menegaskan komitmen menjaga sejarah Galuh, tetapi juga menghadirkan momen humanis lewat humor Herdiat.

Di tengah deklarasi, penyematan iket, dan gagasan pembangunan museum, guyonan soal amplop menjadi pengingat bahwa pemimpin pun bisa hadir dengan cara sederhana: dekat dengan masyarakat, tanpa kehilangan wibawa.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *