banner 728x250
News  

Terkapar, Puluhan Siswa SMPN 4 Pamarican Ciamis Diduga Keracunan MBG

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/– Puluhan siswa SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terpaksa dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG), Senin (29/9/2025).

Peristiwa itu terjadi di Dusun Sukajadi Rt 001 RW 001 Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.

banner 325x300

Belasan mobil ambulans silih berganti datang ke sekolah mengevakuasi siswa yang terkapar dengan gejala mual, pusing, sakit ulu hati hingga sesak napas.

Sejumlah siswa bahkan harus diberikan oksigen oleh tim medis di lokasi.

Kepala SMPN 4 Pamarican, Titi Hartini, membenarkan adanya insiden keracunan massal tersebut. Menurutnya, jumlah siswa yang terdampak terus bertambah.

“Betul ada. Terus bertambah, ada yang dirujuk ke Puskesmas Pamarican sebanyak 9 orang. Bahkan ada yang harus dirujuk ke RS Banjar untuk penanganan serius,” ungkap Titi.

Ia menambahkan, sebagian besar siswa yang masih bisa ditangani tetap dirawat di sekolah dengan pengawasan tim medis.

“Mudah-mudahan tidak bertambah lagi. Tadi ada sekitar 40 siswa yang istirahat di sekolah. Petugas puskesmas juga sudah datang dan memeriksa langsung,” katanya.

Sementara itu, salah seorang guru, Abdul Aziz, menjelaskan dugaan awal keracunan berasal dari menu ayam dalam paket MBG yang dibagikan kepada siswa kelas 7 dan 8.

“Sebagian siswa bilang daging ayamnya bau, jadi ada yang tidak dimakan dan dibuang. Ada juga yang hanya menyantap sayurnya saja,” ujarnya.

Menurut Aziz, pihak sekolah menerima sekitar 400 paket nasi untuk dibagikan.

Namun, 129 paket sisanya belum sempat didistribusikan kepada siswa.

Hingga berita ini diturunkan, tim medis masih terus melakukan penanganan di sekolah maupun di fasilitas kesehatan.

Kepala sekolah berharap seluruh siswanya yang terdampak bisa segera pulih.

“Yang penting anak-anak bisa selamat semua,” tegas Titi Hartini.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *