Banjar,kondusif.inewsciamis.com/,– Dugaan Keracunan MBG Banjar,- Kasus dugaan keracunan massal di Banjar kembali menyita perhatian publik. Hingga Rabu (1/10/2025) sore, puluhan orang menjadi korban, mayoritas pelajar SMP. Meskipun banyak pihak menduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam program MBG (Makan Bergizi), pihak berwenang menegaskan penyebab pasti masih dalam proses investigasi laboratorium.
Puluhan Korban Jalani Perawatan
Para korban dilarikan ke RSUD Kota Banjar dan RS PMC. Gejala yang dialami mayoritas berupa sakit perut, mual, hingga muntah.
Sebagian pasien sudah diperbolehkan pulang, sedangkan mereka yang masih mengalami keluhan berat dirujuk untuk perawatan lebih lanjut.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Banjar, dr. Ika Rika Rohantika, menegaskan bahwa prioritas utama adalah penyelamatan pasien.
“Yang penting evakuasi dulu orangnya, selamatkan pasien. Sampel makanan sudah diambil, tetapi hasil laboratorium belum keluar. Jadi kita belum bisa memastikan penyebabnya,” ujar Ika.
Jumlah Korban Dugaan Keracunan MBG Banjar Bertambah
Tim medis masih melakukan observasi terhadap pasien di dua ruangan terpisah.
Ada kemungkinan jumlah korban bertambah, karena sebagian baru merasakan keluhan setelah sampai rumah.
“Diprediksi bisa saja ada tambahan korban. Ada yang awalnya baik-baik saja, namun keluhan muncul kemudian,” jelas Ika.
Sejauh ini, pasien di RSUD Banjar tercatat 18 orang, sedangkan di RS PMC lebih dari 20 pasien. Mayoritas korban merupakan pelajar SMP kelas 7 hingga 9.
Belum Ada Keputusan Terkait MBG
Meski sejumlah pihak menduga makanan program MBG sebagai penyebab, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai penghentian distribusi ataupun konsumsi program tersebut di Banjar.
“Masalah MBG berhenti atau tidak itu bukan kapasitas kami. Tugas kami menolong yang sakit, mengevakuasi, dan merujuk ke rumah sakit,” tegas Ika.
Pemerintah Tunggu Hasil Laboratorium
Pemerintah Kota Banjar bersama Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan.
Sambil menunggu hasil, masyarakat diminta tetap waspada dan segera melapor apabila mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan tertentu.
Kasus ini menambah kewaspadaan publik, terlebih karena sebelumnya insiden serupa juga pernah dilaporkan di sejumlah daerah di Jawa Barat.
Meski begitu, penyebab pasti keracunan baru akan dipastikan setelah uji laboratorium selesai.


















