Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis terus berinovasi dalam menghimpun dana umat dengan menggalakkan gerakan infaq desa berbasis celengan, atau kenclengisasi, yang berhasil mengumpulkan miliaran rupiah dari uang receh masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, H. Lili Miftah, menjelaskan bahwa program ini bermula dari gagasan untuk membangun sistem pengumpulan infaq yang ringan, tidak membebani masyarakat, namun berkelanjutan.
“Gerakan infaq melalui kencleng ini sangat efektif. Di Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis misalnya, sebelum program hanya terkumpul Rp3 juta. Setelah diterapkan kenclengisasi, naik menjadi Rp34 juta,” ujarnya.
Selain itu, program ini mendorong warga menyisihkan uang receh hasil kembalian belanja seperti Rp500 atau Rp1.000 ke dalam celengan rumah tangga.
Menurutnya, jika dijalankan secara masif, potensi dananya luar biasa.
Bahkan, desa yang sebelumnya hanya mengumpulkan Rp1,5 juta per bulan kini mampu meraih hingga Rp10 juta setelah ada kenclengisasi.
“Kita edukasi masyarakat bahwa infaq bukan sekadar uang, tapi ibadah. Infaq itu bukan untuk orang lain, tapi investasi kita untuk akhirat,” jelasnya.
Meski menghadapi tantangan teknis seperti menghitung banyaknya koin, BAZNAS Ciamis telah mengantisipasinya dengan mesin penghitung uang logam.
Hasil dari program telah menyentuh angka Rp11 miliar, dengan Rp7 miliar di antaranya berasal dari infaq desa hanya dalam waktu empat bulan.
“Jika seluruh desa di Ciamis menerapkan program ini, potensinya bisa mencapai Rp2 miliar per bulan,” tambahnya.
Lebih lanjut, BAZNAS Ciamis menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp25 miliar pada tahun 2025.
Jumlah tersebut meningkat dari pencapaian Rp22 miliar lebih di tahun 2024.
Ke depan akan ada beberapa desa sebagai “kampung zakat”.
Sementara Pemerintah Kecamatan Ciamis mendorong wilayahnya menjadi “kecamatan zakat”


















