Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/, Kelalaian panitia Hari Jadi Ciamis ke-383 menuai sorotan tajam dari sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis. Kader PAN, Hendra S. Marcusi, bahkan mendesak Bupati Ciamis untuk mengevaluasi total para pejabat yang terlibat dalam kepanitiaan.
Sorotan ini mencuat setelah istri almarhum Wakil Bupati terpilih Ciamis, H. Yana D. Putra, Gitta Griselda Jamil tak terlihat dalam Rapat Paripurna Istimewa di Aula Tumenggung Wiradikusuma, Kamis (12/6/2025).
Padahal, kehadiran Gitta dianggap penting sebagai simbol penghormatan terhadap jasa mendiang Yana.
Belakangan diketahui, Gitta tidak pernah menerima undangan resmi dari panitia. Hendra menganggap hal ini sebagai bentuk kelalaian yang tidak bisa ditoleransi.
“Saya yakin Pak Bupati Herdiat Sunarya akan sangat kecewa jika mengetahui ketelodoran ini. Beliau sangat menghormati almarhum Yana, dan perhatiannya terhadap keluarga beliau pun besar,” ungkap di akun Facebook pribadinya.
“Saya mohon agar ketidakprofesionalan seperti ini dievaluasi secara menyeluruh.”
Tokoh Agama: Ini Pengabaian Sejarah
Nada kecewa juga datang dari tokoh agama sekaligus masyarakat Ciamis, Haji Wawan Abdul Malik Marwan.
Ia menyebut absennya undangan untuk istri almarhum sebagai bentuk pengabaian terhadap sejarah perjuangan Yana.
“Ini bentuk pengingkaran terhadap jasa beliau. Seharusnya Bupati memastikan keluarga almarhum diundang sebagai bentuk penghormatan,” katanya melalui pesan suara WhatsApp.
Tak hanya soal undangan, Haji Wawan juga menyinggung lemahnya komunikasi panitia dengan para tokoh masyarakat.
“Kami para tokoh agama bahkan tidak tahu kalau ada perayaan hari jadi. Saya tahu setelah melihat iring-iringan kendaraan di jalan,” ucapnya kesal.
“Bagaimana mungkin Hari Jadi bisa bermakna jika masyarakat tidak dilibatkan?”
Aktivis POROS INDOOR: Kurang Empati
Kritik pedas turut disuarakan Prima MT Pribadi dari POROS INDOOR. Ia menilai panitia gagal memahami makna substansial dari peringatan hari jadi.
“Ini bukan soal absen semata, tapi soal empati dan penghormatan. Keluarga almarhum Yana seharusnya menjadi bagian dari peringatan ini, bukan justru dilupakan,” tegas Prima.
“Hari Jadi seharusnya menjadi momen merajut kembali kebersamaan, bukan menciptakan luka baru.”
Panitia Masih Bungkam
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Panitia Hari Jadi yang juga menjabat sebagai Sekda Ciamis, Andang Firman, belum memberikan pernyataan atau klarifikasi terkait persoalan tersebut.
Desakan Evaluasi Kian Menguat
Gelombang kritik yang muncul menjadi tamparan keras bagi Pemkab Ciamis.
Tokoh masyarakat meminta agar momentum Hari Jadi tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga ajang memperkuat tali silaturahmi antarelemen masyarakat.
“Kalau pola seperti ini terus dibiarkan, bagaimana mungkin kita bisa membangun Ciamis yang harmonis?” pungkas Haji Wawan.


















