banner 728x250
News  

Didemo di Ciamis, Disentil di Pangandaran, KCD Wilayah 13 Jadi Sorotan

banner 120x600
banner 468x60

Pangandaran,kondusif.inewsciamis.com/ Hari ini menjadi babak baru sorotan publik terhadap Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 13 Jawa Barat. Di satu sisi, mahasiswa dari PMII Ciamis menggelar aksi demonstrasi menuntut mundurnya Kepala KCD karena dinilai gagal total.

Di sisi lain, kritik tak kalah pedas dilontarkan langsung oleh Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya di hadapan ratusan guru saat membuka Konferensi Kabupaten (Konkab) PGRI di Pangandaran, Senin (30/6/2025).

banner 325x300

Dalam aksi damai di Kantor KCD XIII di Ciamis, PMII membeberkan sederet dugaan maladministrasi.

Mulai dari proyek mangkrak, lemahnya pengawasan sekolah, hingga dugaan diskriminasi terhadap sekolah swasta.

Mereka menyatakan mosi tidak percaya dan mendesak Kepala KCD segera mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif.

PMII Sesalkan Sikap Kepala KCD 13

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Muhammad Rifa’i menyesalkan sikap Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) XIII.

Menurutnya, kepala KCD menghindar dan tidak hadir dalam menghadapi aksi demonstrasi yang digelar oleh masyarakat dan mahasiswa.

“Saat seharusnya pejabat publik bertanggung jawab dan membuka ruang dialog justru memilih pergi ke Pangandaran, yang kami anggap sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi rakyat,” kata dia.

Di hari yang sama, dalam suasana berbeda di Aula Hotel Sinar Rahayu 4 Pangandaran, giliran Bupati Ciamis menyuarakan kekecewaan.

“Ibu KCD XIII alhamdulillah hadir. Hafal kan kemarin saya sempat ‘ngamuk’? Tapi ternyata ada hikmahnya. Kalau tidak begitu, mungkin tidak bakal ketemu juga,” ujar Herdiat, mengawali kritik yang disambut riuh peserta.

Dengan tenang, Herdiat menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga, sekaligus menyayangkan lemahnya komunikasi dari KCD Wilayah 13.

“Baru dua tahun di Ciamis, dan baru sekarang ketemu bupati. KCD itu rakyatnya punya siapa? Ya punya bupati. Tidak boleh seperti itu,” tegasnya.

Sindiran terbuka ini mempertegas bahwa isu terhadap KCD XIII bukan hanya keluhan mahasiswa, tapi juga menjadi perhatian kepala daerah.

Menariknya, Kepala KCD XIII Widhy Kurniatun memilih bungkam saat dikonfirmasi usai acara.

“Maaf saya mau langsung pulang ke kantor,” ujarnya singkat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *