Ciamis, Kondusuf.com — Sejak matahari belum tinggi, Lapang Tenis Mapolda Jabar sudah dipenuhi antrean panjang warga yang datang dari berbagai penjuru. Ada ibu-ibu rumah tangga membawa tas belanja, bapak-bapak dari komunitas ojek online, hingga santri dari pesantren. Mereka semua datang untuk memanfaatkan Gerakan Pangan Murah yang digelar Polda Jawa Barat mulai Rabu (13/8/2025) hingga 17 Agustus 2025.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., tampak hadir langsung memantau jalannya kegiatan. Sesekali ia berbincang dengan warga, menanyakan kabar, bahkan membantu mengangkat kantong belanja milik seorang ibu lansia. “Untuk hari ini di Polda Jabar kami membuka kesempatan kepada warga di luar komunitas khusus, dan kami undang komunitas tertentu yang berpenghasilan menengah ke bawah. Ada komunitas ojek online, dari pesantren, hingga komunitas pembersih lingkungan. Kegiatan ini akan terus berlanjut hingga tanggal 17 Agustus,” ujarnya.
Di lokasi, beras dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram—jauh di bawah harga eceran tertinggi. Setiap warga hanya boleh membeli maksimal 10 kilogram atau setara Rp110.000. Selain beras, tersedia pula gula, tepung terigu, telur, dan minyak goreng dengan harga yang ramah di kantong. Targetnya, 1.000 warga terlayani setiap hari.
Bagi sebagian warga, kesempatan ini adalah angin segar di tengah harga pangan yang kian melambung. Siti (42), seorang ibu rumah tangga asal Bandung Kulon, mengaku bisa menghemat banyak dari belanja hari ini. “Kalau di pasar, harga beras dan minyak sekarang tinggi sekali. Alhamdulillah, di sini lebih murah dan kualitasnya bagus,” ujarnya sambil tersenyum lega.
Kapolda Jabar menegaskan, gerakan ini bukan hanya soal jual beli pangan, tetapi juga tentang kepedulian dan kebersamaan. “Kami ingin program ini meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga. Ini bentuk nyata bahwa keamanan dan kesejahteraan itu berjalan beriringan,” tegasnya.
Dengan semangat gotong royong, Gerakan Pangan Murah di Mapolda Jabar diharapkan menjadi contoh sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.***


















