Garut, kondusif.inewsciamis.com/ — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar menjenguk Syifa Fauziah, korban insiden kericuhan saat acara Pesta Rakyat di Kabupaten Garut. Kunjungan dilakukan di RSUD dr. Slamet Garut, Sabtu (19/7/2025), sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral aparat terhadap keselamatan masyarakat dalam kegiatan publik.
Syifa Fauziah, 17 tahun, adalah pelajar asal Kampung Genteng RT 02 RW 16, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul. Ia mengalami luka dan trauma setelah terjatuh dan terdesak dalam kerumunan saat mengantre makanan gratis di acara Pesta Rakyat yang berlangsung meriah. Pada saat itu, kedatangan Gubernur Jawa Barat di lokasi membuat ribuan warga berbondong-bondong mendekat, hingga menyebabkan kepadatan dan ricuh.
Menurut penuturan korban, insiden bermula sekitar pukul 14.00 WIB. Antrean panjang di lokasi acara mendadak kacau ketika massa berebut ingin mendekati Gubernur. Dalam situasi yang semakin padat dan tidak terkendali, Syifa terpisah dari keluarganya dan terjatuh. Petugas medis yang siaga segera mengevakuasinya menggunakan ambulans ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kapolda Jabar menyampaikan rasa prihatin yang mendalam terhadap kondisi Syifa, serta menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap pola pengamanan kegiatan masyarakat berskala besar.
“Kami turut prihatin dan mendoakan ananda Syifa agar segera pulih,” ujar Irjen Pol Rudi Setiawan, Minggu (20/7/2025).
Ia juga mengapresiasi kesigapan tim medis dan aparat keamanan yang telah bertindak cepat dalam memberikan pertolongan di tengah kepadatan yang berisiko.
Polda Jabar menegaskan pentingnya kedisiplinan publik dalam mengikuti setiap arahan petugas, terutama dalam acara yang menghadirkan massa besar. Keselamatan warga, menurut Kapolda, harus menjadi prioritas utama.
“Kami akan melakukan evaluasi dan pembenahan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” imbuhnya.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa perencanaan matang dan pengendalian massa yang efektif adalah kunci utama dalam menjamin keamanan pada setiap kegiatan terbuka di ruang publik.***


















