Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/– Momentum silaturahmi antara Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kabupaten Ciamis dengan DPRD, Selasa (21/10/2025) menjadi ruang penting untuk membahas arah kebijakan fiskal daerah ke depan.
Di tengah pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp185,2 miliar untuk tahun anggaran 2026.
IPJI menekankan perlunya langkah efisiensi dan optimalisasi potensi lokal agar pembangunan tetap berkelanjutan tanpa membebani masyarakat.
Ketua DPC IPJI Ciamis, Muhammad Rifa’i, menyampaikan bahwa sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan insan pers menjadi kunci menghadapi tekanan fiskal.
“Efisiensi bukan berarti mengurangi kinerja, tapi memastikan setiap rupiah anggaran memberi manfaat maksimal untuk rakyat. Terutama bagi masyarakat Ciamis yang mayoritas petani,” ujarnya.
60 Persen Warga Ciamis Petani, PAD Harus Tumbuh dari Sektor Produktif
Rifa’i menyoroti bahwa sekitar 60 persen masyarakat Ciamis berprofesi sebagai petani.
Sementara sisanya terdiri atas ASN, pengusaha, dan aparat TNI/Polri.
Kondisi ini menuntut strategi anggaran yang berpihak pada sektor pertanian dan ekonomi produktif berbasis desa.
“Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus ditopang oleh sektor yang paling kuat di masyarakat, yaitu pertanian, UMKM, dan wisata lokal,” katanya.
IPJI menilai DPRD memiliki peran penting dalam memastikan setiap kebijakan fiskal diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat.
Salah satu langkahnya ialah mengoptimalkan potensi pertanian dan investasi berbasis kearifan lokal.
Kemudian, menjaga transparansi dan pengawasan terhadap aliran anggaran pusat dan provinsi.
Media Didorong Jadi Mitra Edukatif dan Pengawal Efisiensi
Dalam forum tersebut, IPJI juga menawarkan solusi konkret agar peran media tak sekadar sebagai penyampai informasi, melainkan mitra edukatif bagi DPRD dan pemerintah.
Media lokal diharapkan aktif mengedukasi publik mengenai urgensi efisiensi anggaran dan pengelolaan keuangan daerah yang transparan.
“Media lokal bisa menjadi corong promosi potensi daerah sekaligus pengawas sosial yang membantu menjaga akuntabilitas fiskal,” tegas Rifa’i.
Ia menambahkan bahwa pemberitaan konstruktif dapat menciptakan suasana kondusif, terutama di tengah keterbatasan fiskal yang sedang dihadapi daerah.
Dorongan Sinergi untuk Stabilitas dan Kemandirian Daerah
Selain efisiensi, IPJI mengajak DPRD dan Pemkab Ciamis memperkuat sinergi melalui forum komunikasi bersama media, penyusunan MoU publikasi edukatif, serta pelatihan literasi informasi publik.
Tujuannya agar masyarakat semakin memahami arah pembangunan dan ikut berpartisipasi secara kritis namun solutif.
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan seremonial. Ini langkah awal membangun komunikasi terbuka antara lembaga legislatif dan media demi Ciamis yang kondusif, produktif, dan berdaya saing,” pungkas Rifa’i.


















