banner 728x250
News  

Bersatu di Bawah Satu Pena, IPJI Bahas Perlindungan dan Peningkatan Jurnalis

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,kondusif.inewsciamis.com/– Musyawarah Nasional (Munas) ke-V Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) resmi dimulai di Hotel Golden Boutique, Jakarta, Senin (27/10/2025). Kegiatan selama dua hari ini menjadi ajang penting bagi jurnalis dari seluruh provinsi untuk menyatukan visi dalam memperkuat peran profesi di era digital.

Ratusan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IPJI hadir dengan semangat kebersamaan.

banner 325x300

Mereka datang tidak hanya untuk pimpinan baru, tetapi juga merumuskan langkah konkret memperkuat perlindungan dan profesionalisme jurnalis di seluruh Indonesia.

Tiga Langkah Strategis Ditetapkan

Ketua Panitia Pelaksana, Kristi Andini, mengungkapkan bahwa Munas kali ini menghasilkan tiga prioritas besar yang akan dijalankan organisasi selama lima tahun ke depan.

“Tiga langkah utama ini adalah peningkatan kapasitas anggota, pembentukan jaringan perlindungan profesi, dan kolaborasi bersama lembaga pendidikan,” ucap Kristi penuh semangat.

Ia menjelaskan, perlindungan bagi jurnalis harus menjadi prioritas di tengah meningkatnya tekanan terhadap kebebasan pers.

“Jurnalis tidak boleh bekerja dengan rasa takut. IPJI akan memperkuat jejaring hukum dan advokasi bagi anggota di daerah,” tambahnya.

Kolaborasi Jadi Kekuatan Baru IPJI

Selain perlindungan, kolaborasi juga menjadi fokus utama dalam hasil Munas.

Menurut Kristi, IPJI akan menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan, komunitas media, dan organisasi profesi lain untuk menciptakan ekosistem pers yang sehat.

“IPJI tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci agar organisasi ini tetap relevan dan produktif di tengah perubahan media digital,” katanya.

Langkah ini juga sejalan dengan semangat tema Munas ke-V, “Penulis dan Jurnalis Menuju Indonesia Emas”, yang menekankan pentingnya kerja bersama dalam membangun jurnalisme berkualitas.

Lasman Siahaan: Jurnalis Harus Jadi Pelindung Sesama

Ketua Umum IPJI periode 2018–2023, Lasman Siahaan, menilai hasil Munas kali ini menunjukkan kematangan organisasi.

“IPJI bukan sekadar wadah profesi, tapi juga rumah bagi para jurnalis. Kita harus saling melindungi dan membangun solidaritas di lapangan,” ujarnya.

Lasman juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan integritas.

“Perlindungan tidak hanya berarti hukum, tapi juga moral. Setiap tulisan harus membawa kebenaran dan keadilan bagi publik,” katanya.

Dewan Pembina Tekankan Kualitas dan Independensi

Ketua Dewan Pembina IPJI, Mayjen (Purn)  Hendardji Soepandji, menegaskan bahwa kekuatan IPJI terletak pada kualitas karya anggotanya.

“Organisasi ini sehat karena mampu menggelar Munas secara rutin. Tapi yang terpenting, kita harus menjaga kualitas dan independensi dalam setiap karya tulis,” ucapnya.

Ia mengapresiasi semangat Munas ke-V yang menekankan keseimbangan antara profesionalisme dan perlindungan.

“Tulisan yang tajam, aktual, dan terpercaya adalah bentuk perlindungan terbaik bagi profesi jurnalis,” tegasnya.

Menuju Jurnalisme Aman dan Bermartabat

Dengan rumusan tiga langkah strategis tersebut, IPJI berkomitmen membangun sistem yang dapat melindungi jurnalis dari ancaman, tekanan, maupun kriminalisasi saat menjalankan tugas.

Munas ke-V IPJI diharapkan menjadi tonggak lahirnya ekosistem jurnalisme yang aman, profesional, dan bermartabat serta menjadi inspirasi bagi organisasi pers lain di Indonesia.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *