banner 728x250

IHSG Ambruk, Sri Mulyani Bantah Mundur dari Kabinet

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, Kondusif – Pasar modal Indonesia mengalami goncangan hebat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 6,12 persen pada sesi perdagangan Selasa (18/3/2025), menutup sesi di level 6.076,08. Kejatuhan indeks yang drastis ini memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt selama 30 menit, setelah IHSG menyentuh batas penurunan 5 persen.

Tekanan di pasar saham juga diperburuk oleh sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Investor asing menarik dana besar-besaran, tercatat sebesar Rp 26,92 triliun secara year to date (ytd). Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga melemah 0,34 persen ke level Rp 16.462 per dolar AS.

banner 325x300

Sri Mulyani Bantah Mundur dari Kabinet

Di tengah kekacauan pasar, beredar kabar bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani akan mundur dari jabatannya. Isu ini semakin memperkeruh kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Namun, dalam konferensi pers di Jakarta, Sri Mulyani dengan tegas membantah rumor tersebut.

“Saya ingin menegaskan bahwa saya masih berada di sini, menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan. Banyak rumor yang beredar, tetapi saya tetap fokus mengelola APBN dan menjaga keuangan negara,” ujar Sri Mulyani, Selasa (18/3).

Sri Mulyani memastikan bahwa kondisi fiskal Indonesia memang menghadapi tantangan, tetapi pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi.

“APBN adalah instrumen utama dalam mencapai target pembangunan Presiden Prabowo. Kami di Kementerian Keuangan tetap bekerja keras untuk menjaga kredibilitas keuangan negara,” tambah Sri Mulyani.

Penyebab IHSG Jatuh, Sri Mulyani : Faktor Global dan Ketidakpastian Domestik

Pengamat pasar modal Ibrahim Assuaibi menilai bahwa kejatuhan IHSG tidak bisa dilepaskan dari kondisi global yang kurang kondusif. Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya semakin memicu ketidakpastian ekonomi dunia.

“IHSG mengalami penurunan cukup signifikan, hampir 4,9 persen. Ini akibat tekanan eksternal dan respons investor terhadap situasi global yang semakin tidak menentu,” ujar Ibrahim.

Dari dalam negeri, situasi ekonomi juga tak kalah memprihatinkan. Defisit anggaran yang melebar, kebijakan pemerintah yang dianggap kurang realistis, serta berbagai isu korupsi menjadi faktor yang memperburuk kepercayaan investor.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyoroti bahwa kebijakan fiskal pemerintah yang belum sepenuhnya solid membuat investor semakin waspada.

“APBN yang defisit, kebijakan yang tidak jelas, dan isu korupsi yang merusak kepercayaan pasar, semuanya turut menekan IHSG,” ungkapnya.

DPR dan Pemerintah Siapkan Langkah Pemulihan

Melihat kondisi pasar yang bergejolak, DPR dan pemerintah berjanji akan segera mengambil langkah-langkah pemulihan. Selain menteri keuangan Sri Mulyani, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, bersama Komisi XI, telah melakukan kunjungan ke BEI untuk menenangkan pasar dan memastikan intervensi pemerintah dalam mengatasi ketidakstabilan ini.

“Kami hadir di BEI untuk memberikan dukungan moral kepada pelaku pasar. DPR akan bekerja sama dengan pemerintah dalam merumuskan strategi pemulihan ekonomi secepat mungkin,” kata Dasco.

Ketua Komisi XI DPR Misbakhun juga menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan penuh bagi pasar modal agar kepercayaan investor kembali pulih.

“Kita ingin menciptakan respons positif agar tidak ada kepanikan di pasar saham. Negara hadir untuk menjaga stabilitas,” ujarnya.

Menanti Arah Kebijakan Pemerintah

Dengan tekanan yang masih tinggi di pasar keuangan, investor kini menanti langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Keputusan fiskal, kebijakan moneter, serta upaya meredam sentimen negatif akan sangat menentukan arah IHSG ke depan.

Kejatuhan indeks yang terjadi saat ini bukan yang pertama, tetapi pertanyaannya, seberapa cepat pemerintah bisa mengembalikan kepercayaan pasar?

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *