Jakarta, Kondusif – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk dan mengalami tekanan hebat, anjlok hingga 5 persen ke level 6.148,1 pada Selasa (18/3) siang. Kejatuhan ini memicu trading halt oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), menghentikan sementara perdagangan untuk meredam kepanikan pasar.
Menyikapi situasi ini, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bersama sejumlah anggota Komisi XI DPR RI, langsung meninjau BEI di Jakarta pada sore harinya. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral kepada pelaku pasar dan memastikan pemerintah segera mengambil langkah pemulihan.
“Kami hadir untuk meyakinkan pasar agar tetap tenang. Pemerintah siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mengembalikan stabilitas pasar saham,” ujar Dasco dalam konferensi pers di Gedung BEI.
Dasco menegaskan bahwa kejadian seperti ini bukanlah hal baru. Sebelumnya, IHSG ambruk tak hanya kali ini. Hal demikian pernah mengalami koreksi tajam, termasuk saat pandemi COVID-19 melanda.
Tekanan Pasar dan Langkah DPR Atas IHSG Ambruk
Sesi II perdagangan hari itu dibuka dengan kondisi yang masih berat. Sebanyak 650 saham mengalami penurunan, 65 saham menguat, dan 242 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp11,45 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 17,82 miliar saham dalam 964 ribu transaksi.
Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menambahkan bahwa kehadiran DPR di BEI bertujuan untuk menenangkan pasar.
“Kami ingin menunjukkan bahwa negara dan pemerintah siap mendukung. Tidak ada kepanikan, dan kami akan segera merumuskan strategi pemulihan,” ujarnya.
Dalam kunjungan ini, Dasco didampingi Ketua Komisi XI DPR Misbakhun, Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal, serta anggota Komisi XI lainnya seperti Wihadi Wiyanto, Putri Komarudin, dan Fauzi Amro. Mereka disambut langsung oleh Direktur Utama BEI, Iman Rachman.
Pemulihan dan Harapan ke Depan
Meskipun IHSG ambruk dan mengalami tekanan, upaya pemulihan mulai terlihat. Setelah sempat menyentuh titik terendahnya, indeks perlahan merangkak naik di sesi perdagangan sore.
DPR dan pemerintah kini berkomitmen untuk segera merancang strategi pemulihan yang efektif. Kepercayaan investor harus segera dipulihkan agar stabilitas pasar modal tetap terjaga di tengah volatilitas global yang masih tinggi.

















Respon (0)