banner 728x250
News  

Dari Desa ke Nasional, Kampung Adat Kuta Ciamis Jadi Role Model Hutan Sosial

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Kampung Adat Kuta di Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, kembali mendapat sorotan nasional. Kali ini bukan hanya karena tradisinya yang lestari, tetapi juga karena dinilai menjadi model ideal penerapan program hutan sosial yang tengah didorong pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D, saat melakukan kunjungan kerja pada Sabtu (13/9/2025) malam.

banner 325x300

Ia menilai kearifan lokal masyarakat Kuta, yang mampu hidup selaras dengan alam, sejalan dengan semangat pengelolaan hutan berbasis masyarakat.

“Dengan skema hutan sosial, kita akan optimalkan kerja sama dengan masyarakat adat. Kuta membuktikan kearifan lokal bisa menjaga hutan sekaligus menyejahterakan warganya,” kata Raja Juli Antoni.

Hutan Sosial Jadi Prioritas Nasional

Program hutan sosial merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk memberikan hak kelola hutan kepada masyarakat.

Tujuannya bukan hanya menjaga kelestarian, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan.

Raja Juli menegaskan bahwa keberhasilan Kampung Adat Kuta dalam menjaga lingkungan dapat menjadi role model nasional.

Desa ini telah membuktikan bahwa harmoni dengan alam bisa menciptakan perlindungan dari bencana sekaligus menopang kehidupan ekonomi warganya.

“Kuta adalah contoh nyata bagaimana masyarakat bisa menjadi garda terdepan menjaga hutan. Kita akan perkuat model seperti ini di berbagai daerah,” ujarnya.

Potensi Ekonomi Berbasis Hutan

Selain menjaga lingkungan, Kampung Adat Kuta juga menghasilkan produk unggulan seperti gula merah, dengan kapasitas produksi mencapai 10 ton per minggu.

Menteri Kehutanan menilai potensi ini bisa diintegrasikan ke dalam program hutan sosial sehingga masyarakat tak hanya menjaga hutan, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Pemerintah pusat, lanjutnya, akan menghubungkan produk masyarakat adat dengan pasar nasional maupun internasional.

Sehingga desa-desa yang masuk skema hutan sosial dapat lebih mandiri.

Raja Juli menutup kunjungannya dengan pesan bahwa masa depan pengelolaan hutan Indonesia harus berangkat dari desa-desa adat seperti Kuta.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan lingkungan dan ekonomi berjalan seimbang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *