banner 728x250
News  

​HP Dilarang Masuk Sel, Lapas Ciamis Siapkan Wartelsus di Tiap Blok untuk Napi

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,- Larangan membawa handphone (HP) ke dalam sel seringkali menjadi tantangan besar di lembaga pemasyarakatan. Namun, Lapas Kelas IIB Ciamis punya cara jitu untuk mengatasinya, yakni dengan menyediakan Warung Telepon Khusus (Wartelsus) di setiap blok hunian.

​Langkah ini bertujuan agar warga binaan tetap bisa melepas rindu dengan keluarga tanpa harus melanggar aturan.

banner 325x300

Kalapas Ciamis, Supriyanto, menegaskan bahwa fasilitas ini merupakan komitmen nyata untuk mewujudkan Lapas yang bersih dari HP, Pungli, dan Narkoba (Zero Halinar).

​”Kebutuhan komunikasi warga binaan sangat aktif dan komunikatif. Kami sudah menyiapkan Wartelsus di dalam blok, jadi komunikasi mereka tetap intens,” ujar Supriyanto usai pemusnahan barang bukti hasil razia, Kamis (23/4/2026).

​Layanan dari Pagi hingga Sore

Supriyanto menjelaskan bahwa petugas memberikan akses komunikasi yang sangat fleksibel bagi para penghuni lapas.

Bahkan, layanan telepon ini dibuka sepanjang hari agar tidak ada lagi alasan bagi warga binaan untuk menyelundupkan ponsel pribadi.

​”Fasilitasnya ada di blok masing-masing. Dari pagi, siang, sampai sore kami layani. Intinya komunikasi dengan pihak luar tetap terjamin namun tetap dalam pengawasan,” tambahnya.

​Selanjutnya, kebijakan ini juga bertujuan untuk memutus rantai peredaran narkoba yang kerap dikendalikan melalui alat komunikasi ilegal.

Dengan menggunakan Wartelsus, seluruh jalur komunikasi dapat dipantau lebih ketat oleh petugas intelijen dan Kamtib.

​Sanksi Berat Menanti Pelanggar

Meskipun fasilitas komunikasi sudah disediakan secara cuma-cuma, pihak Lapas tetap akan bertindak tegas jika menemukan ponsel ilegal di dalam sel.

Supriyanto tidak segan-segan mencabut hak-hak remisi bagi narapidana yang membandel.

​”Kalau masih ada yang melanggar, sanksinya masuk sel 12 hari dan haknya di Register F akan dicabut. Remisi hingga Pembebasan Bersyarat (PB) tidak mungkin diberikan, bahkan bisa kami pindahkan,” tegas Supriyanto.

​Oleh karena itu, pihak Lapas berharap warga binaan dapat memanfaatkan fasilitas yang ada dengan bijak.

Upaya ini merupakan bagian dari transformasi Lapas Ciamis untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari praktik ilegal.

​”Kami ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat di sini. Jangan sampai kantor kita menjadi sarang hal-hal negatif,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *