Ciamis, kondusif.inewsciamis.com/ — Menyambut dinamika baru di dunia perpajakan dan menjawab tantangan transparansi fiskal di era digital, Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Galuh (Unigal) bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ciamis menggelar Webinar Nasional Akuntansi bertema “Digitalisasi Perpajakan dalam Mewujudkan Transparansi dan Kepatuhan Pajak di Era Society 5.0”, Jumat, 13 Juni 2025.
Acara yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga praktisi pajak. Webinar ini menjadi ajang edukasi penting di tengah percepatan reformasi sistem perpajakan nasional yang saat ini mengarah pada sistem digital berbasis integrasi data.
Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Ciamis, Sukur Purwanto, membuka acara sebagai keynote speaker dengan memberikan motivasi tentang pentingnya generasi muda memahami sistem perpajakan yang modern dan akuntabel. Ia juga mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di bidang akuntansi dan fiskal.
Webinar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mendalam dari tiga narasumber ahli dari Divisi Penyuluhan KPP Pratama Ciamis, yaitu Imet Nurkharisma, Vera Yunita Cahyani Putri, dan Sulwan Mubarak. Mereka secara bergantian menjelaskan konsep dan implementasi Coretax Administration System—sebuah inovasi digital perpajakan yang menjadi bagian dari Proyek Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2018.
Sistem Coretax dirancang untuk menyederhanakan dan memodernisasi proses perpajakan dengan mengintegrasikan berbagai layanan—mulai dari pendaftaran, pelaporan SPT, pembayaran, hingga penagihan—ke dalam satu platform digital yang dapat diakses secara borderless dan melalui omni channel. Fitur prepopulated data yang disematkan juga menjadi solusi praktis bagi wajib pajak dalam mengisi dan melaporkan kewajiban mereka.
Menurut narasumber, penerapan Coretax tak hanya meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga bertujuan memperkuat kepatuhan pajak serta mencegah praktik manipulasi dan penyalahgunaan data. Sistem ini kini sudah terhubung dengan basis data NIK dari Disdukcapil, serta meminimalkan kontak langsung antara petugas dan wajib pajak, sehingga menekan peluang terjadinya korupsi.
Diskusi semakin menarik saat salah satu peserta, Intan Nur Permatasari, mahasiswa Universitas Galuh, melontarkan pertanyaan kritis tentang bagaimana sistem digitalisasi ini mampu benar-benar menekan praktik korupsi dan manipulasi data di sektor pajak, terutama di tengah kekhawatiran bahwa teknologi yang kompleks justru bisa disalahgunakan oleh korporasi besar.
Menjawab hal ini, narasumber menegaskan bahwa digitalisasi justru memberikan transparansi berbasis data dan sistem verifikasi yang kuat. “Tidak ada ruang gelap dalam sistem yang sudah terintegrasi. Justru dengan pengawasan berbasis teknologi, akuntabilitas bisa ditingkatkan,” jelas Imet Nurkharisma.
Webinar Nasional ini bukan hanya menjadi ajang edukasi dan sosialisasi, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah dalam menyiapkan SDM unggul dan melek teknologi perpajakan di era Society 5.0.
Dengan berlangsungnya acara ini, HIMA Akuntansi Unigal menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang diskusi yang relevan dengan isu-isu strategis nasional, serta memperkuat kontribusi mahasiswa dalam memahami peran penting akuntansi dan perpajakan sebagai fondasi pembangunan ekonomi bangsa.*


















