Jakarta, Kondusif – Di usia senjanya, Sudarma (76) harus menjalani hidup sebatang kara di sebuah gubuk sederhana yang berdiri tak jauh dari tempat pembuangan akhir (TPA) di Cisauk, Kabupaten Tangerang. Setiap hari, ia mengais rezeki dengan memulung sampah di sekitar lokasi demi bertahan hidup.
Kondisi ini mengundang kepedulian dari pihak kepolisian. Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, bersama anggotanya turun langsung memberikan bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya.
“Bapak Sudarma tinggal sendiri di sebuah gubuk dekat tempat sampah. Ia hidup sebatang kara. Sehari-hari beliau bekerja sebagai pemulung,” ujar Dhady dalam keterangannya, Jumat (31/1/2025).
Adapun bantuan yang diserahkan berupa 10 kg beras, 2 liter minyak goreng, 10 bungkus mi instan, 1 kg gula pasir, satu bungkus kopi, satu bungkus teh, serta 1 kg tepung terigu.
Dhady menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang membutuhkan. Ia berharap, meski jumlahnya terbatas, bantuan tersebut dapat meringankan beban hidup kakek Sudarma.
“Sebagai wujud kepedulian, kami dari Polsek Cisauk ingin berbagi sedikit rezeki untuk Bapak Sudarma. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat baginya,” katanya.
Kapolsek juga mengatakan, menolong sesama, merupakan kewajiban kita sebagai manusia. Terlebih, kakek Sudarma adalah seorang tua renta yang hidup sebatang kara, wajib mendapatkan perlindungan dan bantuan.


















