banner 728x250
News  

Hari Santri 2025, Ang Icep Tegaskan Pesantren Jadi Pilar Karakter Bangsa

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis, kondusif.inewsciamis.com/–  Hari Santri 2025,- Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Dr. H. Fadlil Yani Ainusyamsi, M.A, atau yang akrab disapa Ang Icep menegaskan pesantren adalah identitas pendidikan nasional yang telah membentuk karakter bangsa sejak masa perjuangan.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang berlangsung di Pendopo Bupati Ciamis, Rabu (22/10/2025).

banner 325x300

Menurutnya, keberadaan pesantren tidak sekadar tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga wadah pembentukan moral, budaya, dan karakter kebangsaan.

“Perlu diingat bahwa pendidikan identitas negara Indonesia adalah pesantren,” ujarnya dengan tegas.

Ia menjelaskan, sistem pendidikan pesantren telah berkontribusi besar dalam membangun sumber daya manusia yang religius, disiplin, dan berjiwa nasionalis.

Nilai-nilai tersebut menjadikan pesantren pilar penting dalam mempertahankan jati diri bangsa.

Ang Icep menilai, perhatian pemerintah terhadap pesantren sudah semakin baik.

Meski begitu, ia mendorong agar kebijakan dan fasilitas untuk dunia pesantren terus ditingkatkan.

“Kalau pemerintah memperhatikan pesantren, itu sudah sewajarnya. Karena dari pesantren lahir generasi berakhlak yang siap membangun negeri,” tuturnya.

Ia menambahkan, pesantren memiliki keunggulan dalam mendidik karakter anak bangsa secara menyeluruh.

Pendidikan di pesantren bukan hanya teori, tetapi juga pembiasaan moral dan nilai kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh, Ang Icep menyebut pesantren adalah bentuk pendidikan yang paling autentik dari bumi Indonesia.

Sebab, lembaga ini lahir dari masyarakat sendiri dan berkembang sesuai kebutuhan umat.

“Pesantren menjadi garda terdepan pendidikan nasional. Dari sinilah karakter bangsa ditempa dan dihidupkan kembali,” jelasnya.

Ia berharap momentum Hari Santri Nasional menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa tentang pentingnya menjaga eksistensi pesantren.

“Pesantren adalah warisan budaya yang tidak boleh pudar. Pemerintah dan masyarakat harus terus mendukungnya,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *