banner 728x250
News  

Potong Tumpeng di Hari PKK ke-55, Simbol Perempuan Ciamis Tak Henti Bergerak

Selama 55 tahun, PKK telah menunjukkan bahwa gerakan perempuan tidak berhenti di lingkup domestik.

banner 120x600
banner 468x60

CIAMIS, Kondusif – Hari Kesatuan Gerak (HKG) dan Hari Lahir PKK ke-55 di Kabupaten Ciamis tak hanya menjadi seremonial tahunan.

Lebih dari itu, peringatan yang digelar di Gedung PKK Ciamis, Senin (19/05/2025), menjadi cermin konsistensi perempuan dalam menggerakkan perubahan sosial di akar rumput.

banner 325x300

Dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan, prosesi pemotongan tumpeng menjadi penanda pentingnya peran kolektif perempuan.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua TP PKK Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, sebagai simbol keberlanjutan perjuangan perempuan dalam pembangunan daerah.

Dari Rumah Tangga Menuju Agenda Pembangunan

Selama 55 tahun, PKK telah menunjukkan bahwa gerakan perempuan tidak berhenti di lingkup domestik.

Melalui 10 Program Pokok PKK, para kader perempuan telah menanamkan nilai hidup sehat, pendidikan keluarga, hingga ekonomi produktif berbasis rumah tangga.

“Gerakan PKK bukan sekadar rutinitas, tetapi motor perubahan yang hidup di tengah masyarakat,” ucap Herdiat dalam sambutannya.

Ia mengapresiasi dedikasi para kader yang bekerja dalam diam namun berdampak luas.

Menurutnya, pembangunan tak akan berarti tanpa peran aktif perempuan yang menjaga harmoni keluarga dan lingkungan.

Semangat yang Tak Pernah Padam

Tema nasional tahun ini, “Bergerak Bersama PKK, Mewujudkan Keluarga Sejahtera Menuju Indonesia Maju,” mencerminkan semangat kebersamaan dan cita-cita besar yang ingin dicapai.

Dalam konteks lokal, semangat ini tercermin dari berbagai kegiatan pemberdayaan yang dilakukan TP PKK Ciamis di tingkat desa dan kecamatan.

Ketua TP PKK Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, menyampaikan bahwa PKK saat ini tak hanya fokus pada edukasi keluarga, tapi juga aktif dalam pengembangan ekonomi perempuan, ketahanan pangan, dan pelestarian budaya lokal.

“Kami ingin perempuan desa menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar pelengkap,” ujar Kania.

Tumpeng: Bukan Sekadar Tradisi

Potongan tumpeng yang Herdiat berikan kepada Kania bukan sekadar penghormatan simbolik, melainkan bentuk harapan agar estafet perjuangan PKK terus hidup.

Tumpeng melambangkan keberkahan, rasa syukur, dan semangat gotong royong yang telah lama menjadi jiwa gerakan PKK.

Acara Harlah ke-55 PKK ini menjadi pengingat bahwa di balik pembangunan yang terlihat, ada tangan-tangan perempuan yang bekerja dengan ketulusan—dari rumah, posyandu, hingga forum musyawarah desa.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *