banner 728x250

Kapolri Pimpin Upacara Hari Juang Polri di Surabaya, Simbol Pengabdian Tanpa Henti

banner 120x600
banner 468x60

Surabaya,kondusif.inewsciamis.com/,– Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara peringatan Hari Juang Polri 2025 di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/8/2025). Upacara ini menjadi momentum penting untuk mengenang sejarah sekaligus meneguhkan komitmen Polri dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Hari Juang Polri bukan hanya peringatan sejarah, melainkan simbol dedikasi dan komitmen kami untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa,” ujar Jenderal Sigit dalam sambutannya.

banner 325x300

Kehadiran Tokoh Nasional dan Daerah di Hari Juang Polri

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) KPH Roesdihardjo, Jenderal (Purn) S. Bimantoro, hingga Jenderal (Purn) Sutarman.

Pejabat utama Mabes Polri juga hadir, di antaranya Kabaharkam Polri Irjen Karyoto, Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana.

Kemudian, Dankorbrimob Komjen Imam Widodo, Kadivpropam Irjen Abdul Karim, hingga Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho.

Selain itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto.

Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Pangkoarmada II Laksda TNI GP Alit Jaya, serta Wakajati Jatim Hari Wibowo turut hadir.

Keluarga besar pahlawan nasional M. Jasin, keluarga Moekar, hingga para veteran Seroja Timor Timur juga ikut dalam momen bersejarah ini.

Penghormatan untuk Pahlawan dan Veteran

Upacara yang diikuti 977 personel ini diakhiri dengan pemberian santunan kepada keluarga besar M. Jasin, keluarga Moekar, dan para veteran.

Kapolri juga meresmikan patung M. Jasin sebagai penghormatan atas jasa besar Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin, Bapak Brimob sekaligus tokoh penting dalam sejarah kepolisian Indonesia.

Sejarah Hari Juang Polri

Hari Juang Polri diperingati setiap 21 Agustus, merujuk pada peristiwa tahun 1945.

Saat itu, Moehammad Jasin membacakan Proklamasi Polisi di halaman Markas Polisi Istimewa Surabaya.

Isi ikrar tersebut menegaskan bahwa Polisi Istimewa menyatakan diri sebagai Polisi Republik Indonesia dan siap bersatu dengan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan.

Tak lama setelah proklamasi, pasukan Polisi Istimewa melucuti senjata Jepang dan membagikan persenjataan itu kepada para pejuang, menjadi modal penting dalam mempertahankan NKRI.

Semangat juang polisi kala itu ikut menginspirasi berbagai perlawanan di daerah lain, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi, Jambi, Palembang, Jakarta, Jawa Barat, hingga Yogyakarta.

Momentum ini juga berhubungan erat dengan berbagai peristiwa besar, seperti Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Pertempuran 5 Hari di Semarang, Bandung Lautan Api, hingga Serangan Umum 1 Maret 1949.

Polri dan Dedikasi Abadi untuk Bangsa

Peringatan Hari Juang Polri di Surabaya bukan sekadar napak tilas sejarah.

Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian, keberanian, dan loyalitas kepada bangsa yang diwariskan para pendahulu harus terus dijaga oleh seluruh anggota Polri di era modern.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *