banner 728x250
News  

Semangat Merdeka Warga Sukamaju Mengalahkan Keterbatasan Dukungan Desa

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis, kondusif.inewsciamis.com/ – Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, berlangsung meriah meski minim dukungan dari pihak desa. Semangat warga RW 01 yang menggelar tradisi Gubyag Balong perayaan menangkap ikan di empang justru menjadi penggerak utama suasana perayaan.

Ketua RT 01 sekaligus panitia pelaksana, Deden Rusdiana, mengungkapkan bahwa semua biaya kegiatan, termasuk penyediaan sekitar 70 kilogram ikan, murni hasil patungan warga.

banner 325x300

“Dananya dari warga, kalau dari desa hanya ada upacara di lapangan. Jadi untuk memeriahkan HUT RI ini, warga yang turun langsung,” jelas Deden.

Upacara Ada, Perlombaan Hilang

Deden menilai kegiatan desa saat ini hanya sebatas seremonial. Perlombaan yang dulu mempersatukan warga antar dusun, seperti sepak bola dan voli, sudah jarang digelar.

“Kalau dibilang maju, tidak. Kalau dibilang mundur juga tidak. Rasanya jalan di tempat. Harusnya perlombaan digalakkan lagi, biar suasana 17 Agustus lebih semarak,” tegasnya.

Satire terasa di balik ucapannya: saat warga berebut ikan di lumpur, yang diperebutkan dari pihak desa hanyalah seremonial.

Warga Rela Panas-Panasan Demi Gubyag Balong Sukamaju

Meski sederhana, antusiasme warga tetap tinggi. Anak-anak hingga orang dewasa berhamburan masuk ke lumpur demi tradisi tahunan ini.

Salah satu warga, Dede, mengaku ikut gubyag balong meski harus panas-panasan di bawah terik matahari.

“Seru sekali, walaupun kotor-kotoran di lumpur. Saya cuma dapat empat ekor ikan, tapi ini setahun sekali, jadi tetap puas. Yang penting kebersamaan,” ujarnya sambil tertawa.

Ungkapan Dede menegaskan bahwa esensi perayaan kemerdekaan bukan soal hadiah, melainkan kebersamaan dan gotong royong.

Desa Apresiasi, Tapi Minim Dukungan

Ketua RW 01, Iwan Ridwan, menambahkan bahwa total ikan yang terkumpul mencapai 75 kilogram, ditambah sumbangan spontan warga.

“Tidak ada dukungan dari desa. Kegiatan ini murni kemauan warga RW 01, khususnya di Dusun Sukamaju. Harapannya kegiatan ini bisa terus berlanjut untuk mempererat persaudaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Sukamaju, Gani, menyatakan desa mengapresiasi tradisi gubyag balong ini meski tidak mendukung secara materi.

Desa hanya melaksanakan upacara, lomba voli, dan lomba kreasi makanan dari umbi untuk setiap RW.

“Setiap RW memang punya tradisi untuk memeriahkan HUT RI, termasuk gubyag balong,” katanya.

Gani juga menyoroti minimnya kegiatan olahraga, seperti sepak bola, yang menurutnya disebabkan keterbatasan lapangan dan faktor keamanan.

Tradisi Refleksi Semangat Merdeka

Gubyag Balong bukan sekadar menangkap ikan. Kegiatan sederhana ini merefleksikan semangat merdeka warga yang bergerak sendiri ketika institusi desa tampak diam.

Perayaan kemerdekaan, menurut warga, seharusnya diukur dari bagaimana semangat kebersamaan hidup di tengah masyarakat, bukan hanya dari seremonial di lapangan.

“Harapan ke depan, warga lebih antusias lagi. Minimal hadir, ikut memeriahkan. Jadi 17 Agustus ini bukan hanya upacara, tapi juga ada hiburan yang menyatukan,” pungkas Deden.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *