Tasikmalaya,kondusif.inewsciamis.com/,- Ratusan warga yang menamakan diri elemen ‘Masyarakat Menggugat’ mendatangi Kantor Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5/2026). Massa mengepung kantor desa untuk menuntut sang Kepala Desa (Kades) segera menanggalkan jabatannya.
Pantauan di lokasi, massa mulai memadati area kantor desa sejak pukul 10.00 WIB.
Mereka datang membawa berbagai atribut demonstrasi dan pengeras suara untuk menyuarakan kekecewaan atas kepemimpinan sang Kades yang dinilai bermasalah.
Tiga Poin Tuntutan Warga
Ketua BUMDes Desa Linggawangi, Endang Wahyu, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan puncak dari kegelisahan warga dan aparatur desa.
Menurutnya, ada tiga poin krusial yang mendasari tuntutan warga:
- Desakan Mundur: Warga meminta Kades Linggawangi segera meletakkan jabatan.
- Pelanggaran Etik: Dugaan pelanggaran kode etik serius yang mencederai integritas desa.
- Dugaan Kriminal: Munculnya tuduhan pencurian uang milik salah satu staf desa yang diduga melibatkan sang Kades.
”Kami menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan yang dirasakan masyarakat dan aparatur desa selama ini,” tegas Endang di sela-sela aksi.
Ancam Aksi Lebih Besar
Suasana sempat memanas saat orator bergantian meneriakkan tuntutan di depan pintu masuk kantor desa.
Mereka mendesak adanya transparansi total serta kejelasan hukum terkait berbagai isu miring yang kini tengah menjadi buah bibir di tengah publik.
”Kami butuh kejelasan dan transparansi! Jangan sampai polemik ini terus menggelinding tanpa ada klarifikasi dari pihak terkait,” teriak salah satu orator melalui pengeras suara.
Endang pun memastikan bahwa massa tidak akan berhenti sampai tuntutan mereka terpenuhi.
Ia juga mengancam akan membawa massa yang jauh lebih banyak jika pihak desa tetap bergeming.
”Jika tuntutan kami tidak direspons, kami akan melakukan aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar,” cetusnya.
Pihak Desa Masih Bungkam
Meskipun gelombang protes terus mengalir deras, pihak Pemerintah Desa Linggawangi hingga kini masih memilih bungkam.
Belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi yang keluar dari mulut pihak desa terkait tudingan miring tersebut.
Sementara itu, aparat keamanan dari kepolisian dan TNI terus bersiaga ketat di lokasi kejadian.
Penjagaan juga dilakukan guna memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah terjadinya tindakan anarkis dari massa yang emosi.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu itikad baik dari pemerintah desa untuk memberikan penjelasan demi meredam gejolak yang semakin meluas di masyarakat.


















