Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/– Penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ciamis pada tahun 2025 tidak terjadi begitu saja. Di balik tren yang melandai, ada gerakan masif dan kolaboratif antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat yang menjadi kunci keberhasilan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Edis Herdis, mengatakan bahwa salah satu faktor paling berpengaruh terhadap turunnya kasus DBD adalah meningkatnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam melakukan pencegahan.
“Faktor utamanya adalah kesiapsiagaan dan respon masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian DBD yang semakin baik. Sejak awal 2024, Bapak Bupati telah menginstruksikan pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara masif melalui gerakan 3M Plus,” ujar Edis Herdis, Rabu (8/10/2025), di Kantor Dinas Kesehatan Ciamis.
Kolaborasi dari Desa hingga Forkopimcam
Instruksi Bupati tersebut, kata Edis, ditindaklanjuti dengan pembuatan video edukasi dan Surat Edaran resmi yang mendorong seluruh kecamatan dan desa di Ciamis untuk menggelar gerakan PSN secara serentak.
Forkopimcam, pemerintah desa, hingga lembaga pendidikan ikut bergerak bersama.
“Alhamdulillah, Forkopimcam, pemerintah desa, dan masyarakat sangat aktif menindaklanjutinya,” kata Edis.
Di lapangan, kegiatan PSN tidak hanya dilakukan lewat kerja bakti, tetapi juga melalui program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.
Setiap rumah dianjurkan memiliki satu anggota keluarga yang berperan sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
Tugasnya sederhana, namun dampaknya besar: rutin memeriksa penampungan air, dispenser, tempat minum burung, hingga bak mandi agar terbebas dari jentik nyamuk.
Edukasi Sampai ke Warung-Warung
Edis menuturkan, upaya edukasi tidak hanya berhenti di tingkat rumah tangga.
Puskesmas di tiap kecamatan aktif melakukan sosialisasi bersama pihak kepolisian dan TNI.
Bahkan menggunakan pengeras suara di warung-warung untuk mengingatkan warga agar melakukan 3M Plus.
“Edukasi terus dilakukan melalui Puskesmas, bekerja sama dengan Kapolsek dan Koramil, bahkan sampai ke warung-warung dengan pengeras suara,” jelasnya.
Respons masyarakat terhadap langkah ini, lanjut Edis, sangat positif.
Masyarakat kini semakin paham bahwa pencegahan DBD bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama.
Hasil Nyata: Kasus DBD Berhasil Ditekan
Berkat kolaborasi lintas sektor ini, kasus DBD di Ciamis menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
Dari total 588 kasus hingga 30 September 2025, jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 800 kasus.
“Semua elemen bergerak, dan hasilnya terlihat nyata. Kasus DBD di Ciamis berhasil ditekan secara signifikan,” tegas Edis Herdis.
Ia berharap semangat gotong royong masyarakat ini terus dipertahankan.
Terutama menjelang musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.


















