Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di daerahnya. Menurutnya, fenomena ini bukan sekadar masalah hukum atau sosial, melainkan ancaman serius terhadap masa depan bangsa, khususnya cita-cita mewujudkan generasi emas 2045.
Hal itu ia sampaikan dalam acara tasyakuran HUT ke-80 RI sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (20/8/2025).
Dalam forum yang dihadiri tokoh agama dan tokoh masyarakat tersebut, Herdiat menegaskan, perlindungan anak adalah pondasi untuk mewujudkan Indonesia Emas.
“Kita semua ingin 20 tahun mendatang Indonesia menjadi bangsa besar, mencapai generasi emas 2045. Tapi kalau anak-anak kita hari ini rusak moralnya, menjadi korban kekerasan seksual, saya rasa akan sulit dicapai,” ujar Herdiat.
Generasi emas 2045 terancam
Ia menambahkan, pembangunan bangsa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan moral dan akhlak.
“Membangun jalan, gedung, irigasi itu gampang. Tapi membangun akhlak dan mental jauh lebih sulit. Kalau itu gagal, kita akan kesulitan menuju Indonesia Emas,” tegasnya.
Data yang dipaparkan Bupati menunjukkan, sejak Januari hingga Agustus 2025 sudah tercatat 50 kasus kekerasan seksual dan KDRT di Ciamis.
Dari jumlah itu, 43 kasus adalah kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.
Bahkan ada kasus yang menimpa anak kelas 5 SD hingga hamil, serta kasus pelecehan terhadap anak laki-laki dengan korban lebih dari sepuluh orang.
“Angka ini sangat mengkhawatirkan. Apalagi kalau melihat dampaknya di masa depan. Anak-anak korban ini bisa tumbuh dengan trauma, dan kalau tidak ditangani bisa jadi pelaku baru. Itu artinya, masa depan bangsa ikut terancam,” ujarnya.
Herdiat juga menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama.
Tidak cukup hanya aparat atau pemerintah, tetapi juga peran orang tua, guru, tokoh agama, dan masyarakat luas.
“Kalau kita ingin Indonesia Emas 2045, mari kita mulai dari sekarang. Kita jaga anak-anak kita, kita bangun akhlak mereka. Kalau moralnya baik, bangsa kita akan kuat,” pungkasnya.


















