banner 728x250

Gelar Pengajian di Karangpawitan, Polres Garut Ajak Warga Perangi Judi Online

banner 120x600
banner 468x60

Garut,kondusif.inewsciamis.com/,- Personel Sat Binmas Polres Garut terus bergerak mendekatkan diri kepada masyarakat. Tak melulu soal patroli jalan raya, polisi di Garut memilih jalur religi lewat Pengajian Rutin Sasihan untuk memperkuat keimanan sekaligus menjaga kondusivitas Kamtibmas.

​Kegiatan bernuansa agamis ini berlangsung khidmat di Masjid Al Hikmah, Kampung Cikubang, Desa Lebak Jaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, pada Senin (4/5/2026) malam.

banner 325x300

Setidaknya, 100 jemaah nampak antusias memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian acara.

​Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Garut, Aiptu Umar Taufik, S.Sos.I, memimpin langsung rombongan tersebut.

Pria yang juga dikenal sebagai Da’i Kamtibmas Polri ini hadir didampingi Banit Tibmas Briptu Ivan Caputra, serta disambut hangat oleh Ketua DKM Masjid Al Hikmah, Ade Omas, dan jajaran perangkat desa setempat.

​Sentuhan Humanis Lewat Dakwah

​Suasana masjid terasa syahdu saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dan selawat bergema mengawali acara.

Memasuki sesi inti, Aiptu Umar Taufik naik ke mimbar memberikan ceramah keagamaan yang segar namun sarat pesan mendalam.

​Menariknya, Umar tidak hanya bicara soal aspek ibadah semata.

Di hadapan tokoh agama dan tokoh pemuda, ia menyisipkan pesan-pesan keamanan yang tengah menjadi sorotan publik.

​”Kami mengajak masyarakat untuk tidak hanya memperkuat iman, tapi juga membentengi diri dari penyakit sosial. Jauhi judi online (judol) yang merusak ekonomi keluarga dan hindari bahaya narkoba,” tegas Umar di sela-sela ceramahnya.

​Waspada Kenakalan Remaja

​Lebih lanjut, Polres Garut menaruh perhatian serius pada peran orang tua.

Umar mengingatkan bahwa sinergitas antara polisi dan warga bermula dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga.

Ia meminta para orang tua lebih ketat mengawasi anak-anak guna mencegah terjerumus dalam kenakalan remaja yang kian meresahkan.

​”Peran orang tua sangat krusial. Mari kita jaga anak-anak kita agar tidak salah pergaulan. Dengan sinergi yang kuat antara masyarakat dan kepolisian, lingkungan yang aman dan nyaman pasti bisa kita wujudkan,” tambahnya.

​Langkah humanis melalui jalur religi ini diharapkan mampu menciptakan harmonisasi antara Polri dan warga.

Dengan demikian, pengawasan keamanan bukan lagi menjadi beban satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama demi kenyamanan seluruh warga Garut.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *