CIAMIS,kondusif.inewsciamis.com/,– Ada momen haru sekaligus inspiratif dalam acara Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 yang digelar Polres Ciamis bersama Pondok Pesantren Darussalam di Gedung Nadwatul Ummah, Minggu malam (21/9/2025). Seorang peserta dari Sekolah Luar Biasa (SLB) berhasil mencuri perhatian lewat ceramahnya yang penuh semangat dan menggugah hati.
Ceramah Menggetarkan Hati
Saat tampil di hadapan ratusan hadirin, peserta SLB itu membawakan ceramah dengan percaya diri.
Meski memiliki keterbatasan, tutur katanya mengalir lancar dan sarat makna, membuat suasana ruangan hening dan khidmat.
Penampilan ini bahkan mendapat apresiasi khusus dari Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K.
“Ceramahnya luar biasa. Dengan segala keterbatasan, Allah memberikan banyak kelebihan,” ujar Kapolres dengan mata berkaca-kaca, disambut tepuk tangan meriah.
Momen ini menjadi bukti nyata bahwa semangat tidak mengenal batas, dan keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi.
Gebyar Maulid Darussalam, Inspirasi bagi Generasi Muda
Pimpinan Ponpes Darussalam, Dr. KH. Fadlilyani Ainussyamsi, M.B.A., M.Ag., turut mengapresiasi keberanian peserta tersebut.
Menurutnya, kisah ini akan menjadi motivasi besar bagi para santri lain.
“Apa yang ditampilkan malam ini adalah teladan bahwa ilmu dan semangat bisa menembus segala keterbatasan,” ujarnya.
Gebyar Maulid Darussalam, Ajang Berprestasi
Selain kisah inspiratif peserta SLB, Gebyar Maulid juga melahirkan banyak juara dari lomba Da’i dan Hadroh se-Priangan Timur.
Para pelajar dari SD hingga SMA/MA berhasil menunjukkan bakat terbaik mereka, dengan deretan pemenang diumumkan pada malam penutupan.
Kapolres Ciamis berharap kegiatan ini bisa terus berkembang hingga tingkat provinsi dan nasional.
Ia optimis dari Ciamis akan lahir generasi santri yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat secara mental dan spiritual.
Keseluruhan acara berlangsung aman dan kondusif.
Sinergi antara Polres Ciamis, Polda Jabar, dan Ponpes Darussalam bukan hanya memperingati Maulid Nabi, tetapi juga memberikan ruang ekspresi positif bagi para santri, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan.


















