Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Pondok Pesantren Darussalam, Jumat (19/9/2025), berlangsung meriah sekaligus penuh makna. Bekerja sama dengan Polres Ciamis, acara ini menghadirkan Gebyar Maulid dengan lomba Da’i dan Hadroh tingkat se-Priangan Timur.
Kegiatan yang diikuti sekitar 560 peserta dari berbagai tingkatan pendidikan itu bukan sekadar ajang unjuk kebolehan.
Tetapi juga wadah menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui dakwah dan seni Islami.
Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., menegaskan dukungannya terhadap kegiatan positif tersebut.
“Lomba da’i cilik dan hadroh ini bukan hanya untuk menggali potensi generasi muda, tetapi juga menjadi benteng moral dan spiritual menghadapi tantangan zaman. Semoga kegiatan ini terus berlanjut hingga tingkat Polda,” ujar Kapolres.
Ia juga berpesan agar para peserta tampil percaya diri, mengedepankan akhlak, serta menjadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga untuk masa depan.
Antusiasme Luar Biasa
Pimpinan Ponpes Darussalam, KH. Fadlil Yani Ainusyamsi (Ang Icep), menyampaikan apresiasinya kepada Polres Ciamis yang telah bersinergi dalam menyukseskan Gebyar Maulid.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata membumikan syiar Islam di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, acara ini berjalan lancar berkat kerja sama dengan Polres Ciamis. Peserta yang hadir mencapai 560 orang, sehingga lomba dibagi ke tiga tempat agar lebih efisien. InsyaAllah, Gebyar Maulid akan menjadi agenda tahunan,” jelasnya.
Selain piala Kapolres, para pemenang lomba juga mendapat piagam dan uang pembinaan.
Kegiatan semakin semarak dengan hadirnya bazar UMKM dan pembagian santunan bagi anak yatim, yang menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan.
KH. Fadlil berharap dari ajang ini lahir generasi muda yang religius, kredibel, dan mampu membawa pesan dakwah dengan cara yang menyejukkan.
“Kami ingin lahir para da’i yang dapat diterima masyarakat luas, berakhlak mulia, dan siap membimbing generasi mendatang,” ungkapnya.
Acara Gebyar Maulid juga bukan hanya menjadi ruang ekspresi santri.
Tetapi juga momentum persatuan antara aparat kepolisian, pesantren, dan masyarakat.
Antusiasme pengunjung datang dari berbagai daerah di Priangan Timur, menambah semarak peringatan kelahiran Rasulullah dengan penuh syukur dan syiar Islam.


















