Tasikmalaya,kondusif.inewsciamis.com/,- Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Tasikmalaya punya cara apik untuk memperkuat karakter anak usia dini. Mereka resmi meluncurkan program “Parenting Bahagia” dalam balutan acara Halal Bihalal di Gedung PGRI Manonjaya, Sabtu (11/4/2026).
Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Mengusung tema besar “Mewujudkan PAUD Aman dan Berkarakter”, PD IGRA ingin memutus sekat antara sekolah dan rumah dalam mendidik anak.
Tak tanggung-tanggung, sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari guru dan orang tua murid asal Manonjaya, Gunung Tanjung, Cineam, hingga Karangjaya memadati lokasi acara.

Sinergi Sekolah dan Rumah
Ketua PD IGRA Kabupaten Tasikmalaya, Dra. Depon Nurul Aida S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa sekolah bukanlah satu-satunya tempat anak belajar.
Menurutnya, pondasi karakter justru bermula dari lingkup terkecil, yakni keluarga.
”Kami menyadari pendidikan anak tidak bisa hanya di sekolah. Karakter cageur bageur itu bekal dari rumah. Maka, kita harus membangun sinergi dan kolaborasi antara guru, orang tua, hingga pemerintah sebagai pembuat kebijakan,” tegas Depon di hadapan para peserta.
Pesan Bunda PAUD: Ayah Jangan Absen!
Langkah PD IGRA ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Bunda PAUD Kabupaten Tasikmalaya, Hj. Retno Widyastuti.
Dalam arahannya, Retno mengingatkan bahwa urusan mendidik anak bukan hanya tugas ibu semata.
”Kita harus berjalan beriringan. Pengasuhan itu bukan cuma tugas ibu, bapaknya pun harus terlibat aktif,” ujar Retno.
Ia juga berpesan agar orang tua memposisikan diri sebagai sahabat bagi anak.
“Jadilah teman bagi anak agar mereka tidak sungkan untuk bercerita apa pun kepada orang tuanya,” tambahnya.
Ajarkan ‘Kata Ajaib’ dan Waspada Gadget
Senada dengan hal itu, Wakil Bunda PAUD Kabupaten Tasikmalaya, Khifayati Nursetiana, S.Pd., mengajak orang tua kembali ke dasar.
Ia mendorong para orang tua untuk konsisten mengajarkan nilai kesantunan sejak dini melalui empat kata kunci.
”Kita harus ajarkan ‘kata-kata ajaib’ seperti terima kasih, maaf, tolong, dan permisi. Anak yang punya etika keren akan menjadi investasi terbaik kita di masa depan,” tutur Khifayati penuh semangat.
Di sisi lain, tantangan digital juga menjadi sorotan.
Camat Manonjaya, Drs. Pirman, menutup rangkaian pesan dengan imbauan keras terkait penggunaan teknologi di kalangan anak-anak.
”Kami mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi penggunaan gadget pada anak. Kami sangat mengapresiasi dedikasi guru RA dan PAUD yang terus berjuang membina karakter anak bangsa di tengah tantangan zaman ini,” pungkasnya.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Kemenag, Muspika Manonjaya, serta tokoh masyarakat setempat yang turut memberikan dukungan penuh bagi terciptanya lingkungan PAUD yang aman dan bahagia di Kabupaten Tasikmalaya.


















